Page 86 - Konpers Penindakan Obat Tradisional dan Pangan Olahan
P. 86
Judul : Ini Jumlah Iklan Obat dan Pangan Ilegal Selama Pandemi
Nama Media : sumeks.co
Tanggal : 25 September 2020
Halaman/URL : https://sumeks.co/ini-jumlah-iklan-obat-dan-pangan-ilegal-
selama-pandemi/
Tipe Media : Online
Hampir semua kegiatan kebutuhan
masyarakat dilakukan secara online, pada
masa pandemi ini, termasuk modus
penipuan obat dan pangan ilegal.
Bayangkan, selama pandemi ada 48.058
tautan iklan online pangan dan obat ilegal
selama semester I 2020.
Semua itu terungkap dari hasil operasi dan
analisa intelijen Badan Pengawas Obat
dan Makanan (BPOM). Berdasarkan data
dari Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan secara online pada bulan April 2020
bahkan melonjak hingga 480 persen. Hal ini memberikan peluang bagi pelaku
kejahatan obat dan makanan untuk mengedarkan obat dan makanan ilegal dan tidak
memenuh persyaratan melalui media online.
Berdasarkan hasil kinerja patroli siber Obat dan Makanan yang dilakukan oleh
Badan POM, terjadi peningkatan jumlah tautan/situs yang teridentifikasi
mengedarkan obat dan makanan ilegal. Pada 2019, BPOM mengidentifikasi 24.573
tautan penjualan obat dan makanan ilegal. Kini naik 100 persen.
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menegaskan, dalam kondisi pandemi
Covid-19 terus melakukan operasi-operasi penindakan terutama penjualan obat dan
makanan melalui online. Umumnya modus dilakukan dengan sistem kemasan paket
yang siap dikirim langsung kepada konsumen.
“Modus operandi pelaku adalah mengedarkan obat tradisional dan pangan olahan
ilegal melalui platform e-commerce, serta mendistribusikan produk tersebut melalui
jasa transportasi online dan ekspedisi,” ungkap Penny, Jumat (25/9).
“Dari operasi ilegal ini, tersangka berhasil mendapatkan omset miliaran rupiah setiap
tahunnya,” lanjutnya.
Selama kurun waktu Maret-September 2020, telah dilakukan operasi penindakan di
29 provinsi dengan nilai temuan barang bukti sebesar Rp 46,7 miliar rupiah. Khusus
operasi pemberantasan penyalahgunaan Obat–Obat Tertentu (OOT), selama kurun
waktu yang sama Badan POM berhasil melakukan penindakan di 13 kota (Jakarta,
Medan, Padang, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram,

