Page 92 - Konpers Penindakan Obat Tradisional dan Pangan Olahan
P. 92
Judul : Di Masa Pandemi Covid-19 Ini, BPOM Menemukan 50 Ribu Link
Penjualan Obat Ilegal
Nama Media : kompasiana.com
Tanggal : 28 September 2020
Halaman/URL:https://www.kompasiana.com/rudywiryadi2002/5f6f1b53097f3654344f
8906/bpom
Tipe Media : Online
Satu lagi kinerja dari BPOM (Badan
Pengawas Obat dan Makanan) yang patut
diacungi jempol.
Di sepanjang tahun ini, artinya semasa
pandemi Covid-19, BPOM RI mencatat
prestasi gemilang dengan ditemukannya
49.000 lebih link website yang memuat iklan-
iklan penjualan obat dan makanan produk
ilegal yang dilarang, khususnya obat-obatan
untuk Covid-19.
Link-link website itu itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab
dengan memanfaatkan situasi yang sedang panik sekarang ini dengan menawarkan
obat-obatan yang tentunya sangat membahayakan jika dikonsumsi.
Hal tersebut dikatakan Kepala BPOM RI Penny Lukito dalam konferensi pers online,
Jum'at (25/9/2020).
Obat-obatan ilegal untuk Covid-19 itu Penny menyebutkan di antaranya adalah
dexamethasone, azitromisin, dan hydroquinone. "Jumlahnya hampir 50.000 link yang
menjual obat-obatan itu dan sudah di take down," ujarnya, Jum'at (25/9/2020) di
konferensi pers virtual berjudul "Penindakan Obat dan Makanan di Masa Pandemi
Covid-19".
Penny juga menjelaskan pelaku dijerat UU Kesehatan dengan ancaman sampai 15
tahun penjara dan denda sampai Rp 15 miliar.
BPOM berterimakasih kepada pihak-pihak terkait di antaranya adalah iDEA
(Indonesian E-commerce Association), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian yang mau
bekerjasama dalam menemukan dan menindaklanjuti penemuan itu.
"Sanksi-sanksi harus ditegakkan," kata Penny.
Jumlah yang disebutkan hampir 50.000 (hasil operasi siber Maret hingga September
2020 ini) merupakan jumlah peningkatan yang dua kali lipatnya dari jumlah yang
ditemukan tahun 2019 lalu, yaitu 24.574 tautan. Namun tentu saja, link tahun 2019
tadi tidak mengedarkan iklan-iklan yang untuk obat Covid-19. Karena saat itu, kita
belum mengenal apa yang namanya Corona, atau Covid-19 yang digadang-gadang
mulai marak sejak awal tahun ini.

