Page 93 - Konpers Penindakan Obat Tradisional dan Pangan Olahan
P. 93
Sebelumnya, BPOM bekerjasama dengan pihak-pihak kompeten juga sudah
menindak barang-barang bukti produk ilegal senilai hampir Rp 47 miliar dari 29
propinsi di Indonesia.
Yang teranyar, disitanya barang bukti senilai Rp 3,26 miliar obat-obatan tradisional
tanpa ijin edar di Rawalumbu, Bekasi.
Yang berwenang menerima laporan dari masyarakat di sekitar kejadian yang
melaporkan adanya gudang penyimpanan dan lokasi pendistribusian obat-obatan
tradisional ilegal tersebut.
Dalam operasinya, pelaku berhasil meraup omzet hingga milyaran rupiah setiap
tahunnya.
Dalam hal ini para pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen dengan
ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara dan denda hingga 2 miliar rupiah.
Dari data di atas, jumlah link yang berhasil ditemukan BPOM sebesar dua kali lipatnya
antara tahun lalu dan masa pandemi Covid-19 ini, dapat disimpulkan para penjahat
memang tak segan-segan untuk meraup keuntungan di tengah pandemi Covid-19 ini,
mereka menawarkan obat-obatan untuk Covid-19 yang ilegal.
Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman
yang berlaku.
Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, angkat bicara soal penemuan
situs-situs yang menawarkan obat-obat Covid-19 palsu itu.
Melkiades meminta Kementerian Kesehatan dan BPOM memberikan langkah
selanjutnya yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar waspada jika
menemukan link-link yang menawarkan obat-obat yang belum jelas asal-usulnya
apakah memiliki ijin edar atau tidak.
BPOM dan Kemenkes juga diminta memberikan klarifikasi di tengah kepanikan
masyarakat soal obat-obatan untuk Covid-19 yang masih diragukan keasliannya.
"Pemerintah, BPOM, dan Kemenkes sebaiknya memberikan penjelasan agar
masyarakat faham," ujar politisi dari Partai Golkar tersebut yang menyayangkan di
tengah situasi panik seperti ini masih saja ada pihak-pihak yang cuma memikirkan
meraup untung saja tanpa peduli akan keselamatan konsumennya.
Selain meminta kepada pemerintah, Kemenkes, dan BPOM, Melkiades juga
menghimbau masyarakat untuk cerdas, rasional, dan tidak gampang dibodohi oleh
iklan-iklan semacam itu.
Penjualan obat-obatan ilegal tidak akan terjadi tanpa adanya permintaan dari
pembelinya.
Calon sebaiknya tidak mencari, atau membeli obat-obat keras itu yang seharusnya
melalui resep dari dokter atau fasilitas layanan kesehatan, terutama obat untuk Covid-
19.

