Page 167 - Menabung_Ebook
P. 167

Untuk menabung di bank, masyarakat tidak perlu meninggalkan kebiasaan menabung
               dalam bentuk celengan. Dengan demikian, tidak ada kebiasaan yang harus ditinggalkan
               oleh  masyarakat  ketika  mereka  disarankan  memulai  kebiasaan  baru,  yaitu  menabung
               dalam bank. Celengan dan tabungan dapat disinergikan satu sama lain untuk mencapai
               satu tujuan, yaitu memiliki simpanan uang untuk bekal di hari depan.

                   Giatnya pemerintah pendudukan Jepang dalam  menghimpun  dana  masyarakat
               Indonesia untuk mendukung kegiatan perangnya juga terlihat dalam program Prangko
               Taboengan Pos. Program ini ditujukan untuk masyarakat umum dan terutama anak-anak
               dan pelajar yang memiliki dana terbatas untuk ditabungkan di Chokin Kyoku. Pada masa
               itu bank hanya menerima setoran simpanan sebesar 25 sen atau lebih dalam satu kali                 Menabung Membangun Bangsa
               waktu. Program Prangko Taboengan Pos ditetapkan hanya berlaku di Jawa dan Madura.
               Prangko tabungan yang dikeluarkan oleh Chokin Kyoku hanya satu macam dengan harga
               0,05 (5 sen) dan hanya dijual oleh Chokin Kyoku atau kantor pos. Nantinya, jika dianggap
               perlu, prangko juga akan dijual melalui kantor pemerintah lainnya. Prangko tersebut hanya
               digunakan untuk menabung dan tidak boleh digunakan untuk tujuan lainnya.














































             Sumber : Djawa Baroe No 21 Tahun 2604                                                                157
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172