Page 169 - Menabung_Ebook
P. 169
5. Media radio
Seperti ditulis oleh Kurasawa (1993), radio merupakan alat propaganda yang efektif.
Stasiun pemancar radio tinggalan Belanda dimanfaatkan untuk menyampaikan berita dan
propaganda. Stasiun radio sepenuhnya di bawah kontrol pemerintah dan pada tanggal 1
Oktober 1942 dibentuk lembaga dengan nama Jawa Hoso Kanriyoku (Biro Pengawasan
Siaran Jawa) di bawah Sendenbu. Melalui Jawa Hoso Kanriyoku dengan delapan stasiun
pemancar lokal di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Semarang,
Surabaya dan Malang, propaganda menabung di Chokin Kyoku secara terus-menerus
dikumandangkan. Menabung Membangun Bangsa
6. Media film
Selain menggunakan beberapa media seperti disebut di atas, untuk menyebarkan
propaganda menabung, Jepang juga memanfaatkan media film. Menurut Kurasawa,
melalui pemutaran gambar dan ucapan yang bergerak (audio visual), masyarakat yang
masih berpendidikan rendah banyak tertarik dan mudah menangkap isi propaganda.
Cara itu dinilai efektif karena dapat menjangkau rakyat pedesaan yang buta huruf, seperti
halnya radio. Pada bulan Oktober 1942, dibentuklah sebuah organisasi sementara untuk
menjalankan kebijakan perfilman dengan nama Jawa Eiga Kōsha atau Java Motion Picture
Corporation.
Nama-nama lembaga yang aktif membantu propaganda Jepang, menurut Korasawa,
adalah sebagai berikut: 159

