Page 279 - Menabung_Ebook
P. 279

Adapun dalam upaya mewujudkan agar semua orang bisa mengakses                       Menabung Membangun Bangsa
                           ke perbankan dan akses ke sektor keuangan yang ada secara sederhana dan
                           cepat. Pemerintah melalui Bank Indonesia dan OJK menggagas dua program
                           inklusi  keuangan,  yaitu Layanan Keuangan Digital (2004)  dan Laku Pandai
                           (2005). Keduanya dengan menggunakan agen-agen layanan  memberikan
                           kemudahan  bagi  masyarakat di  pelosok  tanah  air yang belum  terjangkau
                           secara fisik oleh bank.

                              Sekali lagi, peranan agen-agen layanan LKD dan Laku Pandai tersebut,
                           mengingatkan kita kepada guru sekolah  dan  pembina  Pramuka yang juga
                           pernah  digunakan  tenaganya untuk menghimpun  tabungan  Tapelpram.
                           Hebatnya pada masa sekarang, agen-agen layanan itu tidak sebatas hanya
                           para guru sekolah yang menjadi agen tabungan Simpel di daerah-daerah, tapi
                           juga para penjaga warung di pasar, ibu rumah tangga, dan sejumlah profesi
                           informal lainnya, dengan menggunakan teknologi digital tampil sebagai bank
                           berjalan di desa-desa atau di pelosok wilayah yang jauh dari kantor bank.

                              Melihat fenomena perkembangan menabung pada masayarakat
                           zaman sekarang dan bagaimana kuatnya dorongan pemerintah untuk terus
                           mewujudkan terciptanya keuangan inklusif  yang adil  dan  merata,  kiranya
                           kita memiliki suatu optimisme yang besar akan lestarinya budaya menabung               269
                           di  Indonesia, baik secara modern maupun  tradisional.  Kedua sistem  atau
                           cara menabung itu dapat terus hidup secara harmonis saling berdampingan
                           menjadi kebutuhan atau bahkan gaya hidup masyarakat Indonesia. Gempuran
                           budaya  konsumtif  dan  godaan  berbagai  program  finansial  yang  spekulatif
                           tapi menggiurkan, niscaya dapat diatasi atau paling tidak diimbangi dengan
                           kesadaran untuk menabung demi bekal di masa depan.

                              Melihat paparan dalam buku ini, dapat kita simpulkan bahwa menabung
                           dengan cara tradisional  dengan menggunakan celengan adalah  bentuk
                           pembelajaran pertama yang diterima oleh anak-anak Indonesia dari orang
   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284