Page 275 - Menabung_Ebook
P. 275
berdampak kepada keengganan masyarakat untuk memiliki tabungan di bank.
Pada beberapa contoh kasus, meski dunia perbankan semakin modern, toh
masih ada sekelompok masyarakat yang masih menggunakan cara tradisional
dalam menabung. Pada sisi lain, pemerintah melihat bahwa hingga saat ini
belum semua masyarakat Indonesia di seluruh pelosok Indonesia tersentuh
oleh layanan bank, yang pada titik tertentu dapat digunakan oleh pemerintah
untuk menjalankan tugasnya dalam mengakselerasi perekonomian hingga
merata ke seluruh Indonesia.
Mulanya pada 20 Februari 2010 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) mencanangkan Gerakan Indonesia Menabung yang ditandai dengan Menabung Membangun Bangsa
peluncuran produk TabunganKu, sebuah produk tabungan perseorangan
tanpa biaya administrasi yang diterbitkan bersama oleh perbankan nasional.
Semangat dari program ini adalah bahwa semua masyarakat Indonesia harus
merasakan pembangunan secara adil, merata, dan inklusif, antara lain dapat
mengakses layanan perbankan.
Kendala biaya administrasi tabungan bank yang selama ini bisa
menggerus nilai tabungan, terutama dengan nilai di bawah Rp 2 juta, dan
persayaratan saldo minimum yang besar saat pembukaan rekening, mencapai
Rp 500 ribu, berusaha diatasi melalui TabungaKu. Melalui TabunganKu, kita
dapat menyaksikan bagaimana harapan-harapan yang pernah ada pada
masa Orde Baru saat meluncurkan Tabanas dan Taska pada periode 1970 an,
mulai muncul kembali. Gubernur Bank Sentral mengatakan bahwa Gerakan
Indonesia Menabung juga bertujuan untuk menumbuhkan kembali budaya
menabung sekaligus mengurangi budaya konsumtif yang kurang berkontribusi
pada peningkatan produktivitas nasional.
Pada periode pemerintahan selanjutnya, usaha menggerakkan
masyarakat untuk menabung kembali digaungkan seiring dengan usaha
pemerintah dalam meningkatkan keuangan inklusif di Indonesia. Berkaitan
dengan itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, ada dua hal yang harus
dilakukan guna mengembangkan keuangan inklusif di Indonesia. Pertama,
menyederhanakan sistem atau simplifying system, kedua menyederhanakan
izin. Jika dua hal tersebut bisa dilakukan, niscaya akan mempercepat inklusi
keuangan yang diharapkan oleh pemerintah. Presiden juga mengatakan 265
perluasan inklusi keuangan sangat diperlukan untuk memudahkan seluruh
rakyat Indonesia mengakses perbankan dan menggunakan jasa keuangan.
Pemerintah ingin semua orang bisa mengakses ke perbankan dan akses ke
sektor keuangan yang ada secara sederhana dan cepat.
Pada 14 Juni 2015 pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
meluncurkan Simpanan Pelajar (Simpel), yaitu produk tabungan anak yang
didesain khusus untuk kalangan pelajar. Simpel adalah salah satu program
inklusi keuangan yang bertujuan mendorong budaya menabung sejak dini.

