Page 271 - Menabung_Ebook
P. 271

Bersama dengan  tradisi  lain, yaitu  mengawetkan  bahan pangan  dan
                           menyimpan bahan  pangan dalam lumbung  dan  di  dalam  wadah-wadah
                           tembikar. Menabung dalam arti luas itu terus berlanjut pada masa kerajaan-
                           kerajaan Islam dan bahkan terus dipertahankan hingga kini.

                              Dengan hadirnya bangsa  Eropa yang pengaruhnya mulai  terasa sejak
                           awal abad ke-17, banyak budaya baru yang diperkenalkan, antara lain cara
                           menabung yang sudah tumbuh menjadi tradisi sejak masa prasejarah dan
                           masa pemerintahan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Tradisi menabung dalam
                           arti khusus berawal dengan dikenalnya lumbung sebagai sarana penyimpanan               Menabung Membangun Bangsa
                           hasil  panen.  Setelah itu, muncul  kegiatan menabung bentuk baru, yaitu
                           menabung di dalam sebuah lembaga usaha yang disebut “bank”. Menabung
                           tidak lagi dengan cara menaruh di dalam wadah celengan, bumbung, atau
                           dengan cara menyimpan hasil pertanian dan perkebunan dalam lumbung,
                           tetapi dalam bentuk buku tabungan yang berisi catatan uang yang kita setor
                           ke sebuah lembaga bank.
                              Meskipun pemerintah Hindia Belanda mengenalkan bentuk baru dalam
                           menabung,  cara menabung tradisional  oleh  Pemerintah Hindia  Belanda
                           tidak dihilangkan sama sekali. Bahkan, sebelum mendirikan bank pertama,
                           yaitu Bank van Leening pada tahun 1746, Pemerintah Hindia Belanda juga
                           menerapkan  menabung  dalam  wadah  yang  bentuknya berbeda dengan
                           celengan.  Celengan itu  berbentuk buku yang disebut  dengan book bank
                           atau tabung yang terbuat dari kaleng. Itu berarti selama hampir 200 tahun
                           tinggal di bumi Nusantara, Belanda ikut menerapkan cara menabung seperti
                           yang dilakukan oleh kaum bumiputra. Di Barat mulai dikenal celengan yang
                           disebutnya piggy  bank atau pigg  bank,  yaitu kotak  uang  atau koin  yang
                           biasanya digunakan oleh anak-anak untuk menyimpan uang.  Celengan itu
                           berbentuk anak babi sudah digunakan pada abad ke-18. Mereka menyatakan
                           bahwa bank pygg yang berkembang pada abad ke-18 pada dasarnya sama
                           dengan  celengan.  Itu  berarti  bahwa  di  Barat,  termasuk  Belanda,  juga
                           mengenal “celengan” sama dengan yang berkembang pada masa Kerajaan
                           Majapahit.

                              Bank  pertama  didirikan  oleh  pemerintahan  kolonial  VOC  atas  inisiatif        261
                           Gubernur  Jenderal  Baron  Van  Imhoff  pada  tahun  1746,  yaitu  Bank  van
                           Leening. Pada awalnya bank itu mempunyai tujuan yang berlawanan dengan
                           tujuan  menabung  yang sudah  dikenal  masyarakat bumiputra.  Bank bukan
                           mengajarkan bagaimana menabung  di bank,  melainkan sebaliknya  bank
                           memberikan  pinjaman  kepada  orang-orang  yang akan  melakukan  usaha
                           perdagangan  rempah-rempah  di  Batavia.  Akan  tetapi,  kehadiran  bank  itu
                           menjadi  embrio  lahirnya sistem menabung  pada  masa-masa  berikutnya.
   266   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276