Page 89 - 03 Nasionalis Pemuda Ulama
P. 89
Berbeda dengan organisasi-organisasi Pada 7 Desember 1942, Jepang
nasional yang dibubarkan, Jepang mengadakan pertemuan bersama
mengakui keberadaan Majelis Islam A’la Gunseikan. Mayor Jenderal Okazaki
Indonesia. menyatakan bahwa “Balatentara Dai
Nippon hendak menyelidiki agama Islam
MIAI merupakan himpunan yang lebih dalam dan akan mengindahkan
mewadahi berbagai organisasi Islam. adat dan agama Islam. Hal itu
78 Jepang memanfaatkan organisasi ini untuk supaya bangsa Nippon dan bangsa
Indonesia seia dan sekata mencari
menyampaikan maksudnya kepada umat
Literasi Nasional Islam. kemenangan dalam peperangan ini.”
Selama Januari 1943, Kolonel Horie
Selain MIAI, Jepang menjalin hubungan
dengan organisasi Muhammadiyah dan
pimpinan umat Muslim di Jawa Barat.
Nahdlatul Ulama. mengadakan pertemuan dengan
Kolonel Horrie melakukan propaganda Penggalangan dukungan kaum Muslim
dengan menerima kedatangan 32 terhadap rencana perang Jepang
orang kyai oleh Gunseikan di Gambir. salah satunya dilakukan melalui
Hal itu dilakukan untuk mempermudah khotbah Jumat. Jepang mengirim
mendapatkan dukungan dari kalangan umat para pembantunya, yaitu umat muslim
Islam. Penghormatan terhadap pemimpin Jepang, seperti Abdul Muniam Inada
agama itu belum pernah terjadi pada masa dan Mohammad Sayido Wakas secara
penjajahan Belanda. bergiliran mengunjungi masjid-masjid di
wilayah Jakarta dan mengisi ceramah.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad.
Ilustrasi berdasarkan sumber foto Hirayama yang
termuat dalam Kurasawa, Aiko, masyarakat &
Perang Asia Timur Raya: Sejarah dengan Foto
yang Tak Terceritakan. komunitas Bambu, 2016.

