Page 44 - Buku
P. 44
2. Siswa mengamati gambar dan menduga besar sudut yang terbentuk.
3. Guru mengajukan masalah:
• “Bagaimana cara kita mengetahui secara pasti besar sudut itu?”
• “Apakah bisa kita bandingkan besar sudut hanya dengan melihat?”
4. Siswa menyampaikan pendapat awal secara lisan. (Metode Tanya Jawab)
5. Guru memperkenalkan alat ukur sudut (busur derajat) dan cara penggunaannya.
6. Demonstrasi pengukuran sudut oleh guru secara langsung di papan tulis. (Metode Demonstrasi)
7. Siswa mengamati demonstrasi guru mengukur sudut menggunakan busur derajat di papan tulis.
Elaborasi 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil (4 orang).
(20 Menit) 2. Siswa mengukur sudut di lingkungan kelas (misalnya sudut meja, pintu, atau jendela). (Metode
Eksperimen)
3. Guru mengamati dan menilai keterampilan siswa saat mengukur secara langsung.
4. Siswa berdiskusi mencatat sudut yang mereka temukan dan mengelompokkan menjadi sudut lancip,
siku-siku, atau tumpul sesuai panduan pada Lembar Kerja Siswa (LKS), (Metode Diskusi Kelompok)
5. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengamatan.
Konfirmasi 1. Guru memfasilitasi diskusi tentang kesulitan yang dialami saat mengukur sudut dan solusi yang
(10 Menit) ditemukan.
2. Guru memberi umpan balik langsung, baik pujian maupun saran, agar siswa bisa memperbaiki atau

