Page 138 - GABUNG FILENYA
P. 138
Pemikiran tentang Pendidikan Kecakapan Hidup (life skill education/LSE) yang
berkembang akhir-akhir ini juga penting untuk dicermati. LSE ingin mengubahkan
paradigma pendidikan yang cenderung diarahkan untuk penguasaan ilmu
pengetahuan, menjadi pendidikan yang diarahkan untuk mengembangkan
kemampuan menghadapi kehidupan. Dalam konteks ini penguasaan ilmu
pengetahuan bukan dihilangkan, tetapi digeser menjadi alat dan bukan tujuan.
Dengan demikian jenis dan jenjang ilmu pengetahuan yang dipelajari disesuaikan
dengan tantangan kehidupan yang akan dihadapi anak didik.
Bahwa sistem pendidikan kita saat ini salah atau belum tepat arahnya, banyak para
pakar yang setuju dan kita harus mengubahnya. Namun hal itu bukan berarti bahwa
kita harus bebas dari sekolah (deschooling society) seperti gagasan Ivan Illich. Sejalan
dengan Handy, kesalahan terbesar sistem sekolah saat ini adalah menyebabkan
terciptanya manusia-manusia yang tidak terampil (being desklling) menentukan
masa depannya sendiri akibat sering dijejali dengan jawaban tunggal bagi suatu
masalah. Hal semacam itu yang harus diubah. Sekolah harusnya mampu memberi
pencerahan dan pemberdayaan untuk menghadapi kehidupan yang penuh dengan
masalah berujung terbuka dan berkesinambungan (a succession of open-ended
problems), tanpa satu jawaban, penyelesaian tunggal yang benar, namun toh,
jawabannya sendiri, senantiasa harus dicari, digali, dieksplorasi dari dunia nyata.
Sistem sekolah harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: Does schooling
matter? (Apakah sistem sekolah memberikan makna bagi kehidupan anak didik
setelah lulus?).
126

