Page 141 - GABUNG FILENYA
P. 141
semakin kaya, sementara yang miskin tetap miskin. Anak-anak keluarga yang
terdidik semakin terdidik, sementara anak-anak keluarga tidak terdidik tetap tidak
terdidik. Persekolahan ke depan harus mampu menjadi tangga mobilitas vertikal
bagi mereka yang kurang mampu dan kurang terdidik, sekaligus mampu memotong
lingkaran kemiskinan yang banyak memerangkap keluarga di Indonesia. Oleh
karena itu kebijakan pendidikan ke depan, harus diarahkan untuk mampu
memfasilitasi masyarakat kurang mampu tanpa melupakan pelayanan kepada
masyarakat secara keseluruhan. Prinsip to reach the unreach perlu mendapat
perhatian dalam kebijakan pendidikan.
B. Arah dan Kebijakan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan
1. Pemerataan dan Perluasan Akses
Pemerataan dan perluasan akses pendidikan diarahkan pada upaya memperluas daya
tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional, serta memberikan
kesempatan yang sama bagi semua peserta didik dari berbagai golongan masyarakat
yang berbeda baik secara sosial, ekonomi, gender, lokasi tempat tinggal dan tingkat
kemampuan intelektual serta kondisi fisik. Kebijakan ini ditujukan untuk
meningkatkan kapasitas penduduk Indonesia untuk dapat belajar sepanjang hayat
dalam rangka peningkatan daya saing bangsa di era global, serta meningkatkan
peringkat IPM hingga mencapai posisi sama dengan atau lebih baik dari peringkat IPM
sebelum krisis. Untuk itu, sampai dengan tahun 2009 dilakukan upaya-upaya
sistematis dalam pemerataan dan perluasan pendidikan, dengan mempertahankan
129

