Page 145 - GABUNG FILENYA
P. 145

b. Menghapus hambatan biaya  (cost barriers) melalui pemberian Bantuan

                             Operasional Sekolah (BOS) bagi semua siswa pada jenjang pendidikan dasar


                             (dikdas) baik pada sekolah umum maupun madrasah yang dimiliki oleh

                             pemerintah atau masyarakat, yang besarnya dihitung berdasarkan unit cost


                             per siswa dikalikan dengan jumlah seluruh siswa pada jenjang tersebut. Di


                             samping itu, dilakukan kebijakan pemberian subsidi biaya personal terutama


                             bagi  siswanya  berasal  dari  keluarga  miskin  pada  jenjang  dikdas  melalui

                             pemanfaatan  BOS  untuk  tujuan  tersebut.  Secara  bertahap  BOS  akan


                             dikembangkan menjadi dasar untuk penentuan satuan biaya  pendidikan

                             berdasarkan formula (formula-based funding) yang memperhitungkan siswa


                             miskin maupun kaya serta tingkat kondisi ekonomi daerah setempat.


                          c. Membentuk ”SD-SMP Satu Atap” bagi daerah terpencil yang berpenduduk


                             jarang dan terpencar, dengan menambahkan ruang belajar SMP di SD untuk

                             menyelenggarakan program pendidikan SMP bagi lulusannya. Untuk


                             mengatasi  kesulitan  tenaga  pengajar  dalam  kebijakan  ini  dapat  dilakukan

                             dengan memanfaatkan guru SD untuk mengajar di SMP pada beberapa mata


                             pelajaran yang relevan atau dengan meningkatkan kompetensi guru


                             sehingga dapat mengajar di SMP. Selain itu, dilakukan upaya memaksimalkan

                             fasilitas yang sudah ada, baik ruang kelas maupun bangunan sekolah dengan


                             membuat jaringan sekolah antara SMP dengan SD-SD yang ada di wilayah


                             layanannya (catchment areas) serta menggabungkan SD-SD yang sudah tidak

                             efisien lagi.






                                                                 133
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150