Page 146 - GABUNG FILENYA
P. 146

d.  Memperluas akses bagi anak usia sekolah 7–15 tahun, baik laki-laki maupun

                             perempuan  yang  tidak/belum  terlayani  di  jalur  pendidikan  formal  untuk


                             memiliki kesempatan mendapatkan layanan pendidikan di jalur nonformal

                             maupun program  pendidikan terpadu/ inklusif bagi anak-anak yang


                             berkebutuhan khusus terutama untuk  daerah-daerah yang tidak tersedia


                             layanan  pendidikan  khusus  luar  biasa.  Di  samping  itu,  untuk  memperluas


                             akses bagi penduduk usia 13-15 tahun dikembangkan SMP Terbuka melalui

                             optimalisasi daya tampung dan pengembangan SMP Terbuka model maupun


                             melalui model layanan pendidikan alternatif yang inovatif.

                          e.  Memperluas akses bagi penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas baik laki-


                             laki maupun perempuan untuk memiliki kesempatan mendapatkan layanan


                             pendidikan  keaksaraan  melalui  jalur  pendidikan  nonformal.  Perluasan


                             kesempatan bagi penduduk buta aksara dilakukan dengan menjalin berbagai

                             kerjasama dengan  stakeholder  pendidikan, seperti organisasi keagamaan,


                             organisasi perempuan, dan organisasi lain yang dapat menjangkau lapisan

                             masyarakat, serta PT.


                          f.  Memfasilitasi  peran  serta  masyarakat  dalam  memperluas  akses  SMA,


                             khususnya pada daerah-daerah yang memiliki lulusan SMP cukup besar. Di

                             sisi  lain   dikembangkan      SM     terpadu,   yaitu   pendidikan     yang


                             menyelenggarakan  pendidikan umum dan  kejuruan dalam satu satuan


                             pendidikan. Bagi siswa yang berkebutuhan khusus, dilakukan kebijakan

                             strategis dalam melaksanakan program pendidikan inklusif.





                                                                 134
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151