Page 164 - GABUNG FILENYA
P. 164
C. Arah dan Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mahakam Ulu
Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan
Nasional (Propenas) Tahun 2000-2004, pemerintah telah menyatakan ada tiga
tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pertama, sebagai
akibat dari krisis ekonomi, dunia pendidikan dituntut untuk dapat mempertahankan
hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai. Kedua, untuk
mengantisipasi era global, dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber
daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar kerja global.
Ketiga, sejalan dengan diberlakukannya otonomi daerah, perlu dilakukan perubahan
dan penyesuaian sistem pendidikan nasional sehingga dapat mewujudkan proses
pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keberagaman kebutuhan/
keadaan daerah dan peserta didik, serta mendorong peningkatan partisipasi
masyarakat.
Sistem persekolahan di Indonesia yang berlaku sampai saat ini juga bukan sistem
pendidikan yang ideal. Tidak ada keseimbangan antara berbagai sub-sistem yang
menopang sistem persekolahan, sehingga seolah-olah setiap sub-sistem itu berjalan
sendiri-sendiri, sementara masih kuatnya cengkeraman budaya feodal telah
menyebabkan kondisi pendidikan di Indonesia cenderung pada proses yang instant,
pragmatis dan berorientasi materialistik. Banyaknya orang membeli ijazah atau
gelar aspal (asli tapi palsu) adalah contoh hasil sinergi negatif antara budaya feodal
formal simbolik dengan budaya instant yang cenderung tidak mau bersusah payah
152

