Page 111 - BKSN 2021 (1)
P. 111
pasti tidak mati” (ay. 32). Sama seperti Marta, kata-kata Maria ini
mengungkapkan imannya yang bercampur dengan kekecewaan. Ia
juga mengungkapkan kesedihannya secara terbuka di hadapan Yesus.
Walaupun Lazarus sudah dikubur empat hari, namun Maria masih
menangis sedih.
4. Mendengar tangisan Maria, masygullah hati Yesus. Ia sangat terharu
sampai menangis. Yesus sangat sedih melihat sahabat-sahabat yang
disayangi-Nya dilanda dukacita. Sikap-Nya yang berempati dengan
sahabat-sahabat-Nya yang berdukacita membuat-Nya menangis
bersama dengan orang-orang yang menangis (bdk. Rm. 12:15). Yesus
menunjukkan simpati yang tulus kepada orang yang berduka dengan
meneteskan air mata. Namun, kesusahan hati Yesus ini bisa juga kare-
na melihat adanya ketidakpercayaan pada kuasa-Nya untuk mem-
buat mukjizat (bdk. Yoh. 5:39-40). Ada banyak bukti yang menunjuk-
kan bahwa Yesus sedih, kesal, dan marah karena ketidakpercayaan
para pengikut-Nya dan orang Yahudi pada umumnya. Dalam Injil
Yohanes, kita sering melihat Yesus sedih, kesal, dan marah terhadap
orang yang tidak percaya kepada-Nya (Yoh. 2:18; 6:36; 12:37-40; 15:24).
Sharing dan Aksi Nyata
Setelah penjelasan teks, fasilitator mengajak peserta untuk men-sharing-
kan pengalaman pribadi mereka dan untuk mengungkapkan niat melaku-
kan aksi nyata dengan arahan pertanyaan di bawah ini. Fasilitator juga
perlu mengingatkan peserta agar menggunakan kata “saya” dan bukan
“kita” atau “kami” dalam sharing demi menghindari kesan menggurui
orang lain.
1. Apakah aku dan/atau keluargaku pernah mengalami perasaan
“mati” atau “kehilangan” dalam hidup ini?
2. Sejauh mana aku menyadari kehadiran Tuhan dalam peristiwa sedih
dan getir? Apakah aku masih memiliki iman bahwa Tuhan akan
datang mengunjungiku?
3. Pernahkah aku dan/atau keluargaku mengalami mukjizat yang luar
biasa dan tidak masuk akal dalam hidup? Bagaimana reaksi dan
sikapku ketika mengalami hal itu? Apakah semuanya itu semakin
menambah dan menguatkan imanku kepada Tuhan? Ataukah aku
menganggapnya sebagai kebetulan belaka?
Pertemuan Kedua 109

