Page 10 - E Book Sejarah Indonesia kelas XI Materi Perang Menentang Kolonialisme Barat oleh Jumrah Djufri
P. 10

berupaya menyebarkan agama Kristen (Fransiscus Xaverius tokoh penyebar Kristen yang
                       terkenal saat itu.
                             Para pelaut awak kapal Spanyol berdiam di Minahasa dan bahkan membaur dengan
                       masyarakat. Mereka menikah dengan wanita-wanita Minahasa, sehingga keturunan
                       mereka menjadi bersaudara dengan warga pribumi.
                              Tahun 1694 dalam suatu peperangan di Tompaso, pasukan Raja Loloda Mokoagouw
                       II dipukul kalah, mundur oleh gabungan pasukan serikat Minahasa, dikejar hingga ke
                       pantai tapi dicegah dan ditengahi oleh Residen V.O.C. Herman Jansz Steynkuler. Pada
                       tahun 1694 bulan September tanggal 21, diadakanlah kesepakatan damai, dan ditetapkan
                       perbatasan Minahasa adalah sungai Poigar. Pasukan Serikat Minaesa yang berasal dari
                       Tompaso menduduki Tompaso Baru, Rumoong menetap di Rumoong Bawah,
                       Kawangkoan mendiami Kawangkoan bawah, dan lain sebagainya.
                       Pada pasa pemerintahan kolonial Belanda maka daerah ini semula masih otonom tetapi
                       lama kelamaan kelamaan kekuasaan para raja dikurangi dengan diangkatnya raja menjadi
                       pejabat pemerintahan Belanda, sehingga raja tinggal menjadi pejabat wilayah setingkat
                       ‘camat’.
                             Perang Pertama (1651). Oleh karena merasa kehadiran Spanyol di TM semakin
                       mendominasi, maka mulailah muncul ekses konflik dengan OM, terutama perlakuan
                       oknum-oknum militernya yang dinilai oleh tetuah adat Minahasa sudah melanggar
                       kesepakatan, seperti melakukan pemaksaan, perampasan/perampokkan hasil pertanian
                       penduduk setempat bahkan ditunjukkan dengan kelakua biadab seperti penganiayaan dan
                       pemerkosaan terhadap perempuan (wewene) Minahasa.


                   3.  Perlawanan Rakyat terhadap VOC
                             Setelah bangsa Portugis menguasai beberapa wilayah Nusantara, berdatangan bangsa
                       Belanda.  Mereka kemudia saling bersaing dalam perdagangan.  Untuk menghindari
                       kerugian dari persaingan itu pada tahun 1602 orang-orang Belanda kemudian membentuk
                       VOC.  Dalam perkembangannya VOC berhasil menanamkan kekuasaan di Indonesia.
                       Keberadaan dan kebijakan VOC ternyata sangat merugikan rakyat Indonesia.
                       Keberadaan dan Kebijakan VOC ternyata sangat merugikan rakyat Indonesia.  Oleh
                       karena itu, rakyat Indonesia kemudian mengadakan perlawanan terhadap VOC.  Adapun
                       perlawanan rakyat Indonesia terhadap kekuasaan VOC, antara lain adalah sebagai
                       berikut.
                       a.   Perlawanan Rakyat Mataram
                                 Sultan Agung berkuasa di Mataram pada tahun 1613-1645.  Ia bergelar Sultan
                          Agung Hanyokrokusumo.  Pada masa pemerintahannya, Sultan Agung berusaha
                          memperluas wilayah kekuasaannya dengan menundukkan bupati-bupati pesisisr.  Ia
                          adalah seorang muslim yang taat dan berusaha memperluas daerah pengaruh Islam.
                                 Di bawah kepemimpinannya, Sultan Agung berusaha mempersatukan wilayah
                          pulau jawa menjadi satu kesatuan di bawah kekuasaan Mataram.  Dalam mencapai




                                                                                                           10
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15