Page 144 - 129 cover
P. 144
Bab 7 Evolusi
Kelenjar prostat
Vasa oviduk Oviduk Rektum
Rektum
Vagina
Ovum
Ginjal
Uretra
Vasa eferens Testis Ovarium Kandung
Uretra (b) kencing Gambar 7.11
(a) Homologi pada sistem
sirkulasi vertebrata
4. Embriologi Perbandingan (b) Homologi pada sistem
urogenitalia vertebrata
Perkembangan embrio semua vertebrata memperlihatkan
kemiripan yang lebih banyak daripada hewan dewasa. Hal ini
terlihat jelas pada pembelahan, morfogenesis, dan tahap
diferensiasi awal. Persamaan ini sering digunakan sebagai bukti
hubungan evolusi antara vertebrata. Hewan mempunyai embrio
yang menyerupai embrio leluhurnya. Jadi, tahap embrio hewan
yang berbeda-beda dapat lebih mirip satu sama lainnya daripada
hewan dewasa.
Keterangan
1. mata
2. telinga
3. celah insang Sumber: Image.google.co.id
4. korda dorsalis
5. insang dalam
6. tungkai depan
7a. sirip belakang
7b. tungkai belakang
8. calon paru-paru
9. plastron
10. karapaks
11. sirip dada
12. tangan
13. kaki depan
14. sayap
15. sirip ekor Gambar 7.12
16. ekor Perkembangan embrio
berbagai jenis vertebrata
5. Perbandingan Biokimia
Semua spesies mewarisi sifat-sifat dari nenek moyangnya.
Jenis dan jumlah sifat yang sama merupakan petunjuk jauh
dekatnya hubungan kekerabatan. Hal ini juga terjadi pada
pewarisan sifat biokimia. Kamu telah mengetahui bahwa DNA
setiap spesies mengandung instruksi untuk sintesis RNA dan
protein yang penting untuk menghasilkan individu baru.
Perbandingan DNA, RNA dan protein merupakan cara untuk
mengevaluasi hubungan evolusi di antara spesies.
Perbandingan asam nukleat. Perubahan yang unik pada
urutan nukleotida dapat terakumulasi pada tiap-tiap garis
keturunan. Jauh dekatnya hubungan kekerabatan antarspesies
dapat diketahui dengan melihat komplementasi (perpasangan
basa) antara rantai DNA atau RNA pada spesies yang disebut
hibridisasi asam nukleat.
133

