Page 149 - 129 cover
P. 149
Biologi untuk SMA/MA kelas XII Program IPA
Berdasarkan tabel tersebut tampak bahwa, kesetimbangan
frekuensi genotip MM : Mm : mm pada generasi ketiga (F ) tetap
3
seperti F , yaitu MM : Mm : mm = 25 : 50 : 25 = ¼ : ½ : ¼.
2
2. Hukum Hardy-Weinberg
Hukum Hardy-Weinberg menegaskan bahwa frekuensi alel
dan genetik dalam suatu populasi (gene pool) selalu konstan
Sumber: Image.google.co.id dikemukakan oleh Godfrey Harold Hardy (ahli matematika
dari generasi ke generasi dengan kondisi tertentu. Hal ini,
dari Inggris) dan Wilhelm Weinberg (dokter dari Jerman).
Kondisi yang dimaksud oleh Hukum Hardy-Weinberg
adalah:
Pada populasi yang kecil, aliran genetik (genetic drift)
Gambar 7.14 1) Ukuran populasi harus besar
Godfrey Harold Hardy merupakan kesempatan fluktuasi dalam gene pool dan dapat
mengubah frekuensi alel. Jadi, ukuran populasi harus besar agar
frekuensi alel dalam gene pool selalu konstan.
2) Ada isolasi dari populasi lain (tidak ada imigrasi dan
Sumber: Image.google.co.id yang berhubungan dengan perpindahan individu atau gamet
emigrasi)
Arus gen (gene flow) merupakan transfer alel antarpopulasi
yang dapat merubah gene pool.
Tidak terjadi mutasi
3)
Perubahan satu alel menjadi alel lainnya, mengakibatkan
Gambar 7.15 mutasi, hal ini dapat mengubah gene pool.
Wilhelm Weinberg
4) Perkawinan acak (random)
Jika individu-individu memilih pasangannya dengan sifat-
sifat tertentu (yang diturunkan), maka pencampuran secara
acak gamet-gamet seperti yang diharapkan pada keseimbangan
Hardy-Weinberg tidak dapat terjadi.
5) Tidak terjadi seleksi alam
Keberhasilan mempertahankan hidup dan reproduksi
dapat mengubah gene pool karena mendukung adanya
perpindahan beberapa alel dengan mengorbankan alel lainnya.
Formulasi hukum Hardy-Weinberg dapat dijelaskan berikut ini.
Pada suatu lokus, gen hanya mempunyai dua alel dalam
satu populasi. Apabila gen A = p, dan gen a = q, maka secara
matematis menurut hukum Hardy - Weinberg hasil perkawinan
Aa × Aa = F dapat dituliskan sebagai berikut:
2
138

