Page 158 - 129 cover
P. 158

Bab 7 Evolusi


                   b.   Domestikasi

                        Domestikasi adalah usaha manusia untuk menjadikan
                   hewan ternak dari hewan liar dan tanaman budi daya dari
                   tumbuhan liar. Pada dasarnya, tindakan ini adalah
                   memindahkan makhluk hidup dari lingkungan aslinya ke
                   lingkungan yang diciptakan manusia. Tindakan ini dapat
                   mengakibatkan timbulnya jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang
                   menyimpang dari aslinya yang mengarah terbentuknya spesies
                   baru. Sebagai contoh, kebiasaan seseorang untuk menyilangkan
                   dua varietas tanaman atau hewan sejenis. Melalui tindakan
                   penyilangan tersebut, pada zaman Darwin di Inggris pernah
                   ditemukan 150 varietas merpati. Dari varietas tersebut
                   ditemukan varietas yang mempunyai penampakan sangat
                   berbeda, seolah-olah spesies lain. Ada burung dara yang
                   kepalanya bermahkota, ada yang tidak. Ada burung dara yang
                   memiliki ekor mirip kipas dengan jumlah bulu ekor mencapai
                   40, sedangkan umumnya jumlah bulu ekor burung dara adalah
                   12. Adanya domestikasi menyebabkan terjadinya variasi yang
                   mengarah terbentuknya spesies baru, misalnya pada anjing.

                   c.   Terbentuknya spesies baru karena adanya poliploid
                        Pada tumbuhan, kadang meiosis berlangsung dalam
                   keadaan tidak wajar. Misalnya, terjadi nondisjungsi atau gagal
                   berpisah, terjadi pada anafase sehingga gamet yang dihasilkan
                   membuahi atau dibuahi oleh sel gamet yang normal (haploid),
                   akan menjadi keturunan yang  triploid. Apabila keturunan
                   semacam ini fertil dan dapat melakukan perkawinan dengan
                   hibrida sesama tetraploid, maka tidak menutup kemungkinan
                   dihasilkannya turunan yang  poliploid. Dengan demikian,
                   terbentuknya hibrida poliploid dapat terjadi karena dua hal,
                   yaitu:
                   a)   Autopoliploidi, yaitu peristiwa menggandakan kromosom
                        tanpa diikuti pemisahan kromosom. Gagalnya pemisahan
                        kromosom ini, antara lain disebabkan tidak terbentuknya
                        benang spindel pada fase  anafase. Akibat, tidak
                        terbentuknya benang spindel, maka kromatid mengalami
                        peristiwa gagal berpisah (nondisjunction).
                        Selain nondisjunction, autopoliploidi juga dapat terjadi
                        karena adanya peristiwa penggandaan (doubling) dari
                        kromosom. Peristiwa autopoliploidi ini ditemukan pada
                        tanaman bunga  Oenothera lamarchious. Individu normal
                        memiliki 14 kromosom akibat autopoliploidi dihasilkan
                        Oenothera gigas  yang memiliki 28 kromosom. Jenis
                        tumbuhan tersebut apabila mengadakan persilangan akan
                        menghasilkan keturunan yang tetap steril. Jadi, keduanya
                        merupakan spesies yang berbeda.





                                                                                                       147
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163