Page 185 - MODUL DLE RISNA
P. 185
Menentukan Kondisi Operasi Pengukuran Daya, Energi dan Faktor Daya Listrik
Pengukuran daya tiga fasa dengan dua wattmeter hanya diterapkan
bila beban tiga fasa dalam keadaan tak seimbang (asimetris). Tetapi karena
alasan ekonomis maka pengukuran daya tiga fasa tak simetris dapat
dilakukan dengan mengunakan dua wattmeter. Pada cara dua wattmeter ini
saluran netral tidak digunakan. Selanjutnya nilai daya aktif tiga fasanya
didapat dengan menjumlahkan penunjukkan kedua wattmeter tersebut.
Kelebihan lain cara pengukuran daya tiga fasa dengan dua wattmeter
adalah, dengan penunjukkan kedua wattmeter tersebut dapat digunakan
juga untuk menentukan daya semu dan daya reaktif serta sudut geseran
fasanya sekaligus, yaitu sebagai berikut:
Penyambungan Wattmeter secara Tak
Langsung
Sampai sejauh ini yang kita lakukan adalah penyambungan meter baik
ampermeter, voltmeter dan wattmeter secara langsung. Penyambungan
meter secara langsung hanya dapat diterapkan pada beban rendah. Bagi
beban tinggi di mana arus fasanya besar dan mungkin juga tegangan
fasanya, maka dilakukan cara lain yaitu penyambungan meter secara tidak
langsung. Penyambungan secar tidak langsung dilakukan dengan
memanfaatkan trafo ukur yang terdiri dari trafo arus dan trafo tegangan
seperti diperlihatkan dalam gambar 7.10.
162 Dasar Listrik dan Elektronika| Kelas X