Page 322 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 322

tengah  kekalutan,  telepon  genggam  ayah  berbunyi.
             Wajahnya  berubah  tegang  setelah  berbicara  dengan  orang
             yang menelepon.
                 Ayah masuk ke kamar memeluk erat tubuhku. ”Sayang,
             maafkan ayah. Ayah harus menyampaikan kabar ini. Pesawat
             yang  ditumpangi  Dion  jatuh  beberapa  menit  setelah  lepas
             landas. Sekarang jenazah Dion sedang diurus kepulangannya
             ke Padang. Sabar ya, Nak,” tutur ayah dengan pilunya.
                 Langit serasa runtuh di kepalaku. Dionku yang baik dan
             sangat   kucintainya   meninggalkanku     tiba‐tiba,   tanpa
             pesan.Tepat  tiga  jam  dia  sampai  dihadapanku,  seperti  yang
             pernah dikatakannya. Raganya kembali padaku tanpa sukma.
             Hatiku hancur berkeping bagai pigura itu.
                                         ***
                 Dua  tahun  berlalu  sudah  sejak  kejadian  itu.  Namun,
             semua tentang Dion masih melekat erat di mataku. Meski dia
             tidak mungkin kembali, aku belum bisa membuka hati untuk

             yang lain. Tatapan penuh harap beberapa pasang mata yang
             datang silih berganti, akhirnya pupus dan kecewa. Ada ruang
             hampa  di  relung  hatiku  yang  entah  kapan  bisa  dihuni.  Aku
             tidak  tahu  sampai  kapan  serpihan  hati  ini  bertaut  kembali.
             Mungkin  nanti  jika  bayang  Dion  sudah  hilang  dari
             pandanganku.












             310 | 80 Cerpenis MediaGuru
   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326