Page 11 - PAI Kelas 7 - SEJARAH PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW
P. 11

Dua tahun kemudian Abdul Mutahlib meninggal. Setelah kakeknya
     meninggal, beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Nabi Muhammad Saw
     banyak membantu mengurus rumah tangga atau pun membantu kehidupan
     ekonomi keluarga pamannya. Saat usianya beranjak remaja, beliau mulai belajar
     berdagang bersama pamannya.

               Rasulullah Saw pada usia 25 tahun diberi kepercayaan untuk
     menjalankan barang dagangan milik Siti Khadijah ke negeri Syam. Khadijah
     adalah saudagar kaya pada masa itu. Rasulullah Saw dipercaya untuk berdagang
     dan ditemani oleh Maisarah. Dalam berdagang, Rasulullah Saw sangat jujur dan
     amanah. Peristiwa tentang cara dagang yang dilakukan Muhammad itu diceritakan
     Maisarah ke Siti Khadijah. Khadijah tertarik dan mengutus Nufaisah binti Munya
     untuk menemui Nabi Muhammad Saw agar mau menikah dengan Khadijah. Usia
     Khadijah waktu itu 40 tahun dan Nabi Muhammad Saw 25 tahun. Mereka
     dikaruniai enam orang anak, yaitu dua putra dan empat putri. Mereka bernama
     Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kalsum, dan Fatimah. Kedua
     putranya meninggal semasa masih kecil.

     B.   Nabi Muhammad Saw Diangkat Menjadi Rasul

               Pada saat itu, kakbah sedang diperbaiki. Semua kabilah ingin meletakkan
     kembali hajar aswad pada tempatnya. Keributan terjadi di sana. Datanglah
     Rasulullah Saw untuk menyelesaikan masalah tersebut. Rasulullah Saw membuka
     lebar serbannya, diletakkan hajar aswad di tengah serban tersebut. Rasulullah
     meminta setiap kabilah mengutus satu orang sebagai wakil. Mereka kemudian
     memegang setiap sudut serban dan mengembalikan hajar aswad ke tempat semula
     bersama-sama. Dengan cara itu, tak ada lagi perselisihan antarkabilah. Semua
     merasa senang, Rasulullah Saw mendapat julukan al-amin yang berarti orang yang
     dapat dipercaya.

               Rasulullah Saw pada usia 40 tahun sering berkhalwat di Gua Hira’.
     Beliau sering berdiam diri di sana untuk beribadah dengan merenungkan segala
     sesuatu dan memohon petunjuk kepada Allah Swt. Beliau ingin memperbaiki
     kondisi masyarakat Mekah yang terjadi saat itu.


               Pada malam 17 Ramadan, bertepatan dengan 6 Agustus 610 masehi,
     Rasulullah Saw menerima wahyu pertama dari Allah Swt melalui Malaikat Jibril.
     Rasulullah Saw diperintahkan membacanya, namun Rasulullah Saw berkata
     bahwa ia tidak dapat membaca. Malaikat Jibril mengulangi permintaannya, tetapi
     jawabannya tetap sama. Demikian percakapan Jibril dan Muhammad Saw ini
     diulang sampai tiga kali. Akhirnya, Malaikat Jibril membacakan wahyu pertama
     yang turun, yaitu Q.S Al-Alaq [96]: 1-5.













     2                                          Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti VII
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16