Page 13 - PAI Kelas 7 - SEJARAH PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW
P. 13
Beribadah kepada selain Allah Swt termasuk ke dalam perbuatan syirik.
Syirik termasuk perbuatan dosa besar yang haram hukumnya. Islam mengajarkan
bahwa kematian yang dialami oleh setiap manusia, bukanlah akhir kehidupan,
tetapi merupakan awal dan kehidupan yang panjang, yakni kehidupan di alam
kubur dan di alam akhirat.
Islam menghendaki agar setiap umat manusia senantiasa berusaha
menyucikan jiwanya. Seseorang dianggap suci jiwanya apabila selama hidupnya
senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Takwa berarti melaksanakan
perintah Allah Swt meninggalkan segala perbuatan dosa, dan menghindari
larangan-Nya.
2. Dakwah secara Terang-terangan
Turunlah perintah Allah Swt kepada Rasulullah Saw untuk berdakwah
secara terang-terangan. Perhatikan firman Allah Swt berikut.
Artinya: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang
diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”
(Q.S. Al-Hijr [15]: 94)
Dakwah Rasulullah Saw secara terang-terangan dilakukan dengan cara
mengundang kaum kerabat keturunan Bani Hsyim, untuk menghadiri jamuan
makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima
agama Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk
Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka di antaranya Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin
Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah. Tidak hanya itu, Rasulullah Saw
mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat
tinggal di sekitar kakbah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Banyak upaya yang ditempuh kaum kafir Quraisy untuk menghentikan
dakwah Rasulullah Saw namun selalu gagal. Upaya yang dilakukan oleh kaum
Quraisy, baik secara diplomatic dan bujuk rayuan maupun tindakan kekerasan
secara fisik. Kaum kafir Quraisy juga melakukan pemboikotan terhadap Bani
Hasyim, yang merupakan tempat Rasulullah Saw berlindung. Pemboikotan
tersebut berlangsung selama tiga tahun dan merupakan tindakan yang paling
melemahkan umat Islam di kota Mekah pada waktu itu.
4 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti VII

