Page 60 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 60
2. Ginkgopsida
Ginkgopsida merupakan kelompok Pinophyta yang sangat kuno dan sering
disebut sebagai fosil hidup karena telah bertahan sejak zaman purba hingga
sekarang. Anggota kelompok ini mengalami gugur daun (deciduous) dan
tumbuh sebagai pohon berkayu dengan batang tegak serta percabangan yang
jelas. Daunnya memiliki bentuk khas menyerupai kipas dengan tulang daun
bercabang menggarpu (dikotom), yang menjadi ciri utama kelompok ini.
Ginkgopsida bersifat berumah dua (dioecious), sehingga individu jantan dan
betina terdapat pada tumbuhan yang berbeda. Proses pembuahan melibatkan
sperma berflagela yang bergerak aktif menuju sel telur. Biji yang dihasilkan
tidak tertutup oleh bakal buah dan memiliki lapisan luar berdaging yang
mengeluarkan bau khas ketika masak.
Ginkgoales merupakan satu-satunya ordo dalam classis Ginkgopsida yang
masih bertahan hingga sekarang. Ciri-ciri ordo Ginkgoales:
Tumbuhan berupa pohon tinggi dengan percabangan monopodial.
Daun tunggal berbentuk kipas dengan lekukan di bagian tengah.
Tulang daun bercabang dikotom tanpa tulang daun utama.
Alat reproduksi jantan berupa strobilus kecil yang menghasilkan
mikrosporofil, sedangkan alat reproduksi betina tidak membentuk strobilus
sejati; ovula tumbuh berpasangan pada tangkai pendek.
Biji besar dengan lapisan luar berdaging (sarcotesta) dan lapisan dalam
keras (sclerotesta).
Ordo Ginkgoales hanya memiliki satu familia, yaitu Ginkgoaceae dengan
ciri-ciri sebagai berikut.
Berhabitus pohon.
Batang sering dilengkapi dengan saluran-saluran resin.
Daun tersusun tersebar, bentuk menyerupai kipas, tepi bercangap dua, dan
tulang daun bercabang dua (dikotom).
Bersifat berumah dua, yaitu strobilus jantan dan betina terdapat pada
individu yang berbeda.
Hanya terdiri atas satu genus, yaitu Ginkgo.
Contoh species: Ginkgo biloba
Gambar 7.5 Ginkgo biloba
(Sumber: https://l1nq.com/jLYSU)
51 E-modul Taksonomi Tumbuhan

