Page 77 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 77
Klasifikasi Papaver somniferum:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Papaverales
Familia : Papaveraceae
Genus : Papaver
Species : Papaver somniferum L.
2. Subclassis Hamamelidae
Tumbuhan dalam subclassis ini umumnya berupa pohon atau semak yang
hidup di daerah beriklim sedang hingga tropis. Daun tersusun berseling atau
berhadapan, dengan tepi daun utuh atau bergigi halus, dan kadang aromatik.
Bunga kecil, tidak mencolok, dan bisa berumah satu atau berumah dua. Benang
sari dan putik sederhana, sering tersusun spiral, menunjukkan pola primitif
yang masih dekat dengan bentuk awal bunga dikotil. Hamamelidae terdiri atas
sejumlah ordo, yaitu Trochodendrales, Hamamelidales, Daphniphyllales,
Didymelales, Eucommiales, Urticales, Leitneriales, Juglandales, Myricales,
Fagales, dan Casuarinales. Pembahasan difokuskan pada tiga ordo, yakni
Urticales, Fagales, dan Casuarinales karena memiliki keanekaragaman jenis
yang tinggi, banyak dijumpai di Indonesia, serta memiliki peran dan
pemanfaatan yang penting dalam kehidupan masyarakat.
a. Ordo Urticales
Ordo Urticales mencakup tumbuhan dengan habitus terna, semak, hingga
pohon. Kelompok ini umumnya memiliki daun tunggal dengan susunan
tersebar, bunga berukuran kecil dan berkelamin tunggal, serta buah berupa
buah keras atau buah batu. Ordo Urticales terdiri atas beberapa familia, yaitu
Barbeyaceae, Ulmaceae, Cannabaceae, Moraceae, Cecropiaceae, Urticaceae,
Cannabaceae, Moraceae, dan Urticaceae yang banyak dimanfaatkan dan
mudah ditemukan di Indonesia.
1) Cannabaceae
Familia Cannabaceae umumnya terdiri atas tumbuhan dengan habitus
herba. Pada bagian batang terdapat saluran-saluran sekretoris, terutama pada
jaringan floem, namun jaringan sekretoris tersebut tidak menghasilkan getah
atau cairan susu. Pada batang sering ditemukan kristal kalsium oksalat,
terutama pada jaringan parenkim. Daun majemuk menjari, dengan susunan
yang bervariasi, yaitu berhadapan pada bagian bawah batang dan tersebar
pada bagian atas. Pada jaringan epidermis daun sering dijumpai rambut-
rambut berkelenjar yang mengandung senyawa aromatik atau psikotropik,
meskipun pada beberapa species juga ditemukan rambut tidak berkelenjar.
Daun dilengkapi dengn stipula yang bersifat persisten. Bunga umumnya
berukuran kecil dan berkelamin tunggal. Bunga jantan memiliki 5 kelopak,
68 E-modul Taksonomi Tumbuhan

