Page 26 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 DESEMBER 2018
P. 26

Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 131 juta orang angkatan kerja. Sedangkan tingkat
               serapan tenaga kerja baru mencapai sekitar 120 juta.

               "Dengan reformasi regulasi ketenagakerjaan maka akan mengembangkan investasi
               dari  luar  maupun  dalam.  Ini  poin  penting  kalau  kita  tidak  memperbaiki  regulasi
               ketengaakerjaan ini bisa menjadi penghambat yang serius," kata Danang.

               Keluh  Pengusaha  Ekonomi  Stagnan  Meski  'Banjir'  KebijakanProduktivitas  tenaga
               kerja dinilai menjadi salah satu permasalahan yang menahan laju ekonomi Indonesia.
               (ANTARA FOTO).

               Apindo  juga  mendesak  pemerintah  agar  segera  memperbaiki  akuntabilitas  data
               statistik. Perbedaan data antar  Kementerian  dan Lembaga  (K/L) berdampak pada
               implementasi kebijakan yang tidak tepat, sebagaimana yang terjadi pada data beras
               beberapa waktu silam. "Hal ini menjadi sangat penting mengingat polemik akurasi
               data masih menjadi sorotan selama bertahun-tahun atas berbagai hal," ujarnya.

               Selain itu, Apindo juga menilai ketidaksinkronan aturan perizinan pemerintah daerah
               dan pusat masih menjadi kendala pada ekonomi Indonesia, sebagaimana yang terjadi
               pada  implementasi  program  OSS.  Kondisi  ini  berpotensi  menjadi  bom  waktu  dan
               memicu konflik yang merugikan dunia usaha, serta menghambat investasi baru dari
               dalam maupun luar negeri.

               "Hasil  positif  dari  berbagai  kerja  sama  ekonomi  internasional  juga  tidak  akan
               terwujud," jelasnya.

               Sementara  itu, Wakil Ketua  Umum  Kamar Dagang  dan Industri  (Kadin)  Indonesia
               bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani menilai kondisi ekonomi seharusnya
               bisa maju selangkah, jika pemerintah lebih cepat merespon berbagai tantangan global
               dan domestik serta melakukan implementasi kebijakan dengan tepat.

               Lihat juga: Relaksasi Daftar Negatif Investasi Dinilai Belum Efektif

               "Secara  fundamental,  arah  ekonomi  kita  sudah  tepat  dengan  membangun
               infrastruktur konektivitas, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan mendorong
               investasi bernilai tambah tinggi," kata Shinta.

               Kendati demikian, menurut dia, perlu ada perbaikan pada implementasi kebijakan,
               terutama  terkait  OSS  dan  revisi  DNI.  "Pemerintah  tidak  bisa  sendirian  bila  ingin
               meningkatkan  dan  memperbaiki  ekonomi.  Pengusaha  dan  masyarakat  harus
               dilibatkan,  khususnya  dalam  proses  pengambilan  keputusan  agar  tidak  ada
               keresahan di antara kami," terang dia.

               Strategi 2019

               Untuk  mengurangi  ketergantungan  kepada  faktor  eksternal,  Tutum  bilang  tahun
               depan  pemerintah  harus  memperkuat  ekonomi  dalam  negeri.  Hal  tersebut  dapat
               dilakukan  dengan  memperkuat  kinerja  sektor  Sumber  Daya  Alam  (SDA)  dengan
               membangun industri dari hulu ke hilir.



                                                       Page 25 of 101.
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31