Page 53 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 53

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945


            Badan Pekerja MPR untuk Mempersiapkan Rancangan
            Perubahan UUD 1945 yang kemudian diubah dengan Ketetapan
            No. XI/MPR/2001. Batas waktu tahun 2002 sesungguhnya juga
            berkenaan dengan tuntutan pemilu akan dilaksanakan pada 2004.
                  Serangkaian rapat mulai dilakukan oleh PAH-I, rapat-rapat
            pleno, rapat-rapat mendengar dan menyerap masukan dari
            berbagai pihak, seperti misalnya mengundang menteri terkait
            keuangan dan ekonomi.  Juga beberapa lembaga swadaya
            masyarakat [Ikatan  Advokat & Ikatan Notaris Indonesia Bidang
            penegakkan hukum dan HAM]  yang tergabung dalam Koalisi
            Ornop untuk Konstitusi Baru, dan lain-lain.
                  Setelah mendapatkan rumusan Pasal 33 [yang berbeda
            dari rumusan di perubahan kedua dan ketiga], hasil rumusan
            tersebut selanjutnya disahkan sebagai rumusan BP MPR, untuk
            kemudian disampaikan kepada ST MPR 2002 guna dibahas dan
            diambil putusan. Sebelumnya mendengarkan pendapat dari
            masing-masing anggota Komisi  A, berikut dilanjutkan dengan
            mendengarkan sikap akhir masing-masing fraksi terhadap
            rumusan Pasal-Pasal yang telah dihasilkan oleh PAH-I BP MPR.
            Secara prinsip tidak ada perbedaan pendapat dengan apa yang
            sudah dikemukakan sebelumnya oleh fraksi-fraksi.
                  Rancangan Perubahan Keempat UUD 1945,  yang telah
            melewati pembahasan di Komisi A kemudian dilaporkan kepada
            Rapat Paripurna MPR ke-5, tanggal 9 Agustus 2002. Selanjutnya,
            pada Rapat Paripurna ke-5 tersebut, fraksi-fraksi menyampaikan
            pendapat akhirnya terhadap rumusan perubahan keempat
            mengenai Pasal 33 tentang Perekonomian Nasional, seluruh
            fraksi MPR dapat menyepakati rumusan Komisi  A dan seluruh
            anggota MPR yang hadir menyetujui pengesahan rumusan Pasal



                                        lii
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58