Page 50 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 50

KONSTRUKSI BUKU
                               CATATAN PENDAHULUAN



                        “Perekonomian disusun dan dikembangkan
                  sebagai usaha bersama seluruh rakyat dan secara
                  berkelanjutan berdasar atas asas keadilan, efisiensi,
                  dan demokrasi ekonomi, untuk mewujudkan
                  kemakmuran,  kesejahteraan,  dan  keadilan  sosial
                  bagi seluruh rakyat”.


                  Secara eksplisit dalam laporan PAH-I kepada BP MPR
            pada Rapat BP MPR ke-7, 2 Agustus 2000 yang dipimpin Ketua
            MPR/Ketua BP MPR, M.  Amien Rais, terdapat sejumlah materi
            termasuk di dalamnya materi tentang Perekonomian Nasional
            [dan Kesejahteraan Sosial] yang disepakati.
                  Setelah dibawa ketingkatan Komisi  A, Laporan Komisi  A
            Majelis pada Rapat Paripurna Sidang  Tahunan (ST) MPR 2000
            ke-7, 15 Agustus 2000—yang bertugas memusyawarahkan dan
            mengambil putusan terhadap rancangan perubahan kedua
            Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945—
            menunjukkan masih adanya Bab-bab yang belum selesai dibahas
            dan disepakati, termasuk materi  Perekonomian  Nasional  dan
            Kesejahteraan Sosial.
                  Semua materi tersebut diserahkan kepada BP MPR untuk
            dipersiapkan, guna disampaikan pada sidang Majelis berikutnya.
            Ini tercantum dalam materi rancangan perubahan UUD 1945
            hasil kerja BP MPR 1999-2000. Bab Perekonomian Nasional dan
            Kesejahteraan Sosial dilampirkan dalam  TAP MPR Nomor IX/
            MPR/2000.
                  Di dalam lampiran tersebut, materi Pasal 33 telah berubah
            sedemikian  rupa,  meskipun  belum  final,  namun  cukup  jelas
            ada keinginan  yang seragam di kalangan para anggota untuk
            merubah isi materi Pasal 33.


                                       xlix
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55