Page 64 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 64

PERUBAHAN SINGKAT UUD 1945
                                   TAHAP PERTAMA



            disebutkan dalam Pasal 50 ayat (2), Ketetapan MPR No. II/
            MPR/2000. Pasal ini membedakan dengan jelas apa  yang
            dimaksud dengan Sidang Umum Majelis, dan Sidang  Tahunan
            Majelis.

                        Berdasarkan  Pasal  50 ayat (1)  dan ayat  (2)
                  Ketetapan MPR No. II/MPR/2000 tersebut, maka
                  perubahan UUD 1945 hanya dapat dilakukan pada
                  Sidang Umum Majelis dan tidak dapat dilakukan
                  setiap tahun pada Sidang Tahunan Majelis.
                  Dengan demikian, dari empat kali perubahan UUD
                  1945, hanya perubahan pertama UUD 1945, yang
                  memenuhi ketentuan Pasal 50 ayat (2) Ketetapan
                  MPR No. II/MPR/2000 karena dilakukan pada
                  Sidang Umum Majelis. 2


                  Kembali ke soal perubahan pertama UUD 1945. Setelah
            memiliki semua alat kelengkapan, Majelis kemudian membentuk
            Panitia Ad Hoc III (selanjutnya disingkat PAH-III), dengan jumlah
            anggota 45 orang.
                  Sebelum melakukan perubahan, PAH-III melakukan
            serangkaian rapat dengar pendapat dengan beberapa ahli
            hukum tata negara,  yang di dalam rapat tersebut lahir dua
            pendirian pendapat.  Pertama,  mereka  yang  mengusulkan  agar
            sebelum dilakukan perubahan, terlebih dahulu MPR menetapkan
            berlakunya UUD 1945.  Kedua, mereka  yang mengusulkan
            sebaliknya, yang terpenting perubahan dilakukan sesuai dengan
            Pasal 37 UUD 1945.
                  Usulan yang pertama di atas, sangat berhubungan dengan

            2  Hardjono, ibid.., 140.


                                        3
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69