Page 77 - BUKU BERKARYA DI TENGAH PANDEMI
P. 77
BERKARYA DI TENGAH PANDEMI
SATU TAHUN KINERJA M. AZIS SYAMSUDDIN
WAKIL KETUA DPR RI BIDANG KORPOLKAM
tersebut sangat kolosal, terorganisir, terstruktur, senyap, dan
tepat sasaran. Hal ini hanya mungkin dilakukan oleh kelompok
profesional, berpengalaman, dan didukung oleh pemodal yang
kuat. Analis kontra terorisme asal Texas, Amerika Serikat,
Scott Stewart, bahkan menduga kuat adanya bantuan pihak
luar atas aksi tersebut.
49
Dengan kata lain, kasus terorisme yang terjadi di Srilanka
menyajikan pada kita satu kemungkinan ada jejaring kejahatan
profesional dunia yang menggunakan kelompok-kelompok
ekstrim lokal untuk melancarkan aksinya. Bila dugaan itu
benar, maka Srilanka bisa dikatakan tidak beruntung saja.
Karena bukan tidak mungkin, setiap negara – termasuk
Indonesia – yang memiliki kelompok-kelompok radikal di
dalamnya akan menjadi sasaran selanjutnya.
Sama halnya dengan yang terjadi di Srilanka, ditinjau dari
aspek metodologi aksi, jelas ada yang baru dari apa yang
terjadi di Selandia baru. Tanpa kita sadari, telah terjadi sintesis
antara tindak kejahatan terorisme ini dengan gaya hidup
kontemporer.
Bagaimana tidak, sang pelaku yang bernama Breton Tarrant
itu merekam aksinya melalui video dan kemudian di
upload ke media sosial miliknya. Dalam video tersebut, dia
mendemonstrasikan secara dingin sebuah petualangan gila
layaknya sebuah game.
Sebagaimana kita tahu, game dan media sosial adalah dua
instrumen populer di era digital. Media sosial digunakan
49 Ibid
68