Page 95 - BUKU BERKARYA DI TENGAH PANDEMI
P. 95

BERKARYA DI TENGAH PANDEMI
                                  SATU TAHUN KINERJA M. AZIS SYAMSUDDIN
                                  WAKIL KETUA DPR RI BIDANG KORPOLKAM


                  karena sifatnya hanya sementara. Dia menegaskan, bahwa
                  Cina harus bisa menerima kenyataan ini karena pemerintah
                  Indonesia ingin melindungi warga negaranya dari virus yang
                  berbahaya itu.

                  ‘’Tak usahlah Pemerintah Cina merasa keberatan dengan
                  adanya kebijakan-kebijakan tersebut. Dipikir kita tidak rugi,
                  Indonesia juga rugi, tetapi demi melindungi warga negaranya
                  pemerintah harus lakukan itu. Karena pelindungan terhadap
                  warga negara itu merupakan perintah konstitusi yang
                  harus dipenuhi Pemerintah Indonesia,’’ ujarnya. Menurut
                  Azis, Pemerintah Cina jangan berpikir untung rugi dengan
                  mengungkit-ungkit turis dari negara mereka memberikan
                  keuntungan kepada Indonesia. Cina harus menghargai
                  keputusan yang diambil pemerintah Indonesia dan yakinlah
                  bahwa semua itu hanya sementara. Azis berharap Dubes Cina
                  untuk Indonesia Xiao Qian, jangan ngeyel dengan mengatakan
                  bahwa penyebaran virus corona belum terbukti bisa menular
                  melalui bahan pangan dan sebagainya.

                  “Bukankah warga negara Cina yang menjadi korban virus ini
                  terus bertambah? Bukankah Pemerintah Cina sendiri berupaya
                  keras agar warga negaranya tidak terkena virus berbahaya
                  ini,” ujar Azis.

                  Sehingga, lanjut Azis tidak perlulah Dubes Cina mengatakan
                  coronavirus bisa ditularkan lewat barang-barang impor.

                  ‘’Semua tahu, Indonesia–Cina merupakan dua negara
                  bersahabat, jadi tidak perlulah Pemerintah Cina kecewa dengan


                                             86
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100