Page 184 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 184
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
Mempertahankan
Kepentingan Nasional
Dalam Proyek Kereta
Cepat dan Garuda
Indonesia
ikenal sebagai pribadi yang santun, Rachmat Gobel adalah sosok
yang tidak suka berbicara dalam bahasa yang keras, apalagi di
depan publik. Namun itu bukan berarti ia tidak bisa melakukannya.
DDalam menghadapi hal yang bersifat prinsip, Rachmat Gobel
juga tidak akan segan untuk bicara lantang dan ini terlihat jelas dalam
pandangannya terhadap kasus proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-
Bandung dan PT (Persero) Garuda Indonesia.
Dalam soal kereta cepat yang dibangun oleh perusahaan patungan
Indonesia-China PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sebagai Ketua DPR
RI/Korinbang Rachmat Gobel melihat, ada sejumlah langkah pemerintah
yang perlu disoroti karena sangat mengganggu dalam menjaga kepentingan
nasional. Setidaknya ada tiga (3) hal mendasar yang perlu kritisi yaitu
tidak ada sikap tegas pemerintah terhadap KCIC dalam hal terjadinya
pembengkakkan biaya investasi, penggunaan dana APBN yang melanggar
komitmen bahwa proyek ini bersifat business to business (btb) dan proses
alih teknologi yang tidak jelas.
Mengenai masalah Garuda Indonesia, Rachmat Gobel melihat,
pemerintah jangan terlalu cepat membuka opsi untuk melakukan likuidasi
terhadap BUMN yang kini terbelit utang dalam jumlah besar ini. Opsi ini
harus dibicarakan pada titik terakhir, dan harus mempertimbangkan posisi
strategis Garuda sebagai flight carrier dan berbagai kepentingan nasional
yang diemban oleh perusahaan selama ini. Dalam menentukan apakah
166

