Page 188 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 188

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN




































                   Wakil Ketua DPR/RI/Korinbang Rachmat Gobel  berdiskusi dengan direksi PT KAI tentang berbagai
                   tantangan dan prospek transportasi kereta di masa datang.



                      Namun pada September 2015 muncul rumor bahwa proyek kereta cepat
                   ini  dibatalkan. Rumor  ini  sempat  dibenarkan  Menko Perekonomian  saat
                   itu Darmin Nasution. Seperti ditulis  Majalah Tempo, mengutip  pendapat
                   Presiden Jokowi, Darmin mengatakan, alasan pembatalan itu karena jarak
                   Jakarta-Bandung yang hanya 150 km tak layak untuk kereta cepat. Pernyataan
                   ini mendapat reaksi dari Jepang sehingga Duta Besar Jepang untuk Indonesia
                   saat itu Tanizaki Yasuaiki  menjambangi  Kantor Menko Perekonomian.
                   Pertemuan itu berlangsung pada 23 September 2015.
                      Namun dalam kesempatan itu Darmin memberi pernyataan yang berbeda.
                   Kepada Tanizaki, seperti diberitakan berbagai media, Darmin  menjelaskan,
                   proyek tetap dilanjutkan dan diserahkan kepada Kementerian BUMN atau
                   tidak  lagi  berada  di  bawah  Kementerian  Perhubungan.  Juga  dikatakan,
                   proyek ini  dijalankan  dengan beberapa  syarat yakni  tidak  menggunakan
                   dana APBN baik langsung maupun tidak langsung atau murni b to b. Selain
                   itu juga ditegaskan bahwa proyek ini tidak mendapat jaminan pemerintah.




                                                      170
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193