Page 190 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 190
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
Presiden Joko Widodo dalam satu kunjunggan kerjanya menjelaskan kepada media massa mengenai
progress pembangunan kontruksi kereta cepat Jakarta-Padalarang (kiri) dan pembangunan konstruksi
light rail transit (LRT) rute Jatimulya (Bekasi)-Cawang (Jakarta Timur). (Foto: Dokumentasi KCIC).
Secara resmi ada tiga alasan dikemukakan Rini mengenai alasan
mengapa memilih China ketimbang Jepang. Pertama, China menawarkan
akan menggunakan skema b to b. Kedua, tidak menggunakan dana APBN.
Ketiga, tanpa meminta jaminan pemerintah. Di balik itu ada hal lain yaitu
janji transfer teknologi.
Meski menerima, Dubes Tanizaki sempat mengemukakan kekecewaannya.
Pasalnya, Jepang telah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk
melakukan studi awal atas permintaan Indonesia sendiri. Tidak kurang
dari US$ 4 juta dana hibah Jepang yang disalurkan melalui JICA. Kemudian
teknologi yang ditawarkan Jepang jauh lebih tinggi, termasuk dari sisi
keamanan.
Tidak hanya pemerintahannya, masyarakat Jepang juga banyak yang
kecewa dan ini tentu bisa dimaklumi. Seperti dikatakan Rachmat Gobel,
bagi masyarakat Jepang teknologi kereta cepat Shinkansen yang ditawarkan
172

