Page 58 - E-MODUL KEANEKARAGAMAN HAYATI BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK.
P. 58
b. Polusi dan Kontaminasi
Polusi dan kontaminasi
menyebabkan kerusakan
ekosistem yang irreversible
(tidak dapat dikembalikan ke
kondisi sebelum terjadi polusi),
dan hilangnya jenis-jenis
tumbuhan dan hewan yang Gambar 3.2 Polusi sampah di Indonesia
paling rentan. Sumber: https://www.cnbcindonesia.com
Sampah adalah salah satu penyebab polusi. Sampah organik bisa
menyebabkan pembusukan air, terutama di musim kemarau ketika
volume air berkurang. Sampah non-organik (misalnya plastik dan
styero foam) sulit diuraikan, dan menjadi salah satu masalah utama di
Kapuas Hulu. Pada tahun 2020, timbunan sampah di Kapuas Hulu
diperkirakan sekitar 236.000 ton/tahun.
c. Perubahan Iklim
Perubahan iklim memberikan tekanan besar terhadap ekosistem
tropis (Halawa & Zakiyah, 2025). Berdasarkan laporan
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC, 2021), kenaikan
suhu global sebesar 1,5°C-2°C diperkirakan akan menyebabkan
gangguan signifikan, seperti perubahan distribusi spesies, hilangnya
habitat, serta meningkatnya
tingkat kepunahan, terutama pada
spesies endemik. Beberapa
kelompok organisme, seperti
amfibi dan serangga, lebih rentan
terhadap perubahan suhu karena
memiliki toleransi termal yang
rendah dan keterbatasan dalam
bermigrasi ke habitat baru
Gambar 3.3 Melelehnya es di kutub akibat
(Scheffers et al., 2016). suhu bumi naik
Sumber: https://nationalgeographic.grid.id
45

