Page 61 - E-MODUL KEANEKARAGAMAN HAYATI BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK.
P. 61
a. Metode Konservasi
Berdasarkan lokasinya, konservasi dibagi menjadi 2, yaitu
konservasi in-situ dan konservasi eks-situ.
1). Konservasi In-situ (dalam kawasan)
Konservasi insitu dalam arti luas merupakan upaya pelestarian,
perlindungan dan pemanfaatan jenis di habitat aslinya (Muhidin
et al., 2024). Tujuan dari konservasi in-situ adalah menjaga
keaslian dan keutuhan jenis flora dan fauna serta ekosistem di
dalamnya. Dalam konservasi in-situ diperlukan perluasan wilayah
agar menunjang kehidupan di dalamnya.
Contoh konservasi in-situ adalah suaka margasatwa, cagar
alam, kawasan hutan lindung, dan taman nasional. Indonesia juga
memiliki kawasan konserasi in-situ, di antaranya:
Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, melindungi macan
tutul, badak jawa, surili, anjing hutan, dan owa jawa.
Cagar Alam Way Kambas di Lampung. jenis flora yang
dilindungi adalah meranti, cemara laut, nipah, dan ketapang.
Sedangkan jenis fauna yang dilindungi adalah harimau
sumatera, gajah sumatera, siamang, anjing hutan, dan lain-
lain.
Hutan Lindung Sungai Wain di Kalimantan Timur,
melindungi kantung semar, anggrek, pohon ulin, bekantan,
beruang madu, macan dahan, dan orang utan.
(a) Badak Jawa (b) Padma raksasa (c) Beruang madu
(Rhinoceros saondaicus) (Rafflesia arnoldii) (Helarctos malayanus)
Gambar 3.6 Konservasi In-situ
(Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Padma raksasa di Taman
Nasional, dan Beruang Madu di Hutan Lindung Sungai Wain)
Sumber: https://canva.com
48

