Page 67 - MAJALAH 139
P. 67
Klaim Tiongkok atas
Laut China Selatan
Standar Ganda Cina
Lebih jauh Bobby mengatakan, Info grafis: AFP
utamanya sendiri Cina telah
mengatakan bahwa mengakui
Indonesia berdaulat, tetapi mereka kita memperkuat keamanan laut,
juga mengakui bahwa mempunyai serta politik formal.
zona perikanan tradisional. “Kita tetap menyarankan tidak
“Jadi sebenarnya disitu ada mengakui garis putus-putus. Hanya
standar ganda. Jadi kita kuat-kuatan itu yang bisa lakukan karena secara
aja kalau Cina masih menganggap Yang bisa dilakukan hitungan kalau Cina melakukan
kita strategis harusnya dia tidak adalah Indonesia tetap invansi dan dia ruginya lebih besar
akan sampai melakukan hal-hal yang dan kita mitra strategis mereka,”
kita sudah terjadi insiden 3 kali di menyuarakan bahwa tegasnya.
tahun 2016. Seperti kapal melintas,” kita tidak mengakui hal Kekuatan militer Indonesia sudah
ungkapnya. tersebut, sambil secara termasuk tertinggi di kawasan.
Yang bisa dilakukan adalah Secara postur kita sudah kuat, yang
Indonesia tetap menyuarakan formal juga memperkuat perlu diperbaiki adalah koordinasi
bahwa kita tidak mengakui hal kemampuan militer di tentang pengamanan laut.
tersebut, sambil secara formal juga Natuna. Tadinya ada 13 institusi sekarang
memperkuat kemampuan militer dikoordinasikan oleh Bakamla. Yang
di Natuna. Dan itu sudah dilakukan ternyata perkembangannya bukan
di APBN-P Tahun 2016 ini. Setelah hanya koordinasi, maka perlu lebih
Presiden Joko Widodo kesana, diperkuat.
langsung dianggarkan cukup besar “Perang konvensional yang Bakamla harus punya kekuatan
untuk pembangunan Natuna. tembak-tembakan itu sudah tidak sendiri, dan itu perlu payung hukum
Menanggapi kekhawatiran akan terjadi, jadi efek gentar segala UU lagi. Dan itu pada tahun depan
situasi akan terus memanas yang macam itu karena kerugiannya itu Komisi I akan membuat UU khusus
mengakibatkan terjadi peperangan jauh lebih besar. tentang Bakamla.
di Laut Cina Selatan. Menurut Bobby Yang Bobby lihat ini akan “Kedaualatan itu penting, kalau
dan Fraksinya Partai Golkar bahwa 10 berpotensi menimbulkan dinamika- tidak punya kedaulatan, kita tidak
– 15 tahun ke depan itu sudah tidak dinamika kecil seperti nelayan dan bisa mengatur nasib kita sendiri,”
ada lagi. segala macam. Sehingga sebaiknya imbuhnya. n (as)
PARLEMENTARIA l EDISI 139 TH. XLVI - 2016 l 67

