Page 97 - Stabilitas Edisi 189 Tahun 2022
P. 97
Indonesia telah mencoba memproduksi
kendaraan listrik jenis bus, yang juga tak
kalah menarik permintaannya di dalam
negeri. Adalah PT Industri Kereta Api
(Persero) atau INKA yang menggandeng
Stadler Rail Group asal Swiss dalam
merealisasikan produksi bus listrik ini.
Adapun kolaborasi antara INKA dan
Stadler Rail Group terjadi pada September
2019 lalu. Perusahaan pembuat
material terkait kebutuhan kereta api
nasional dan Stadler Rail AG melakukan
Penandatanganan Perjanjian Usaha
Patungan untuk pendirian Perusahaan
Patungan di Indonesia dan di Zurich,
Swiss. Kerja sama ini sebagai tindak lanjut
kesepakatan INKA dan Stadler Rail saat
kunjungannya ke Indonesia 8 Maret 2019
lalu di Banyuwangi, Jawa Timur.
Selain itu, INKA juga berkolaborasi
dengan perusahaan asal Taiwan, Tron-E, Kartika Wirjoatmodjo,
sebuah pemasok komponen drive train Wakil Menteri BUMN II
dan baterai dalam mengembangkan
bus listrik yang dinamai E-Inobus.
Memiliki panjang bodi sekitar 8 meter
udah terlalu lama Indonesia dan lebar 2 meter, bus listrik E-Inobus
menjadi penonton dan ini mengandalkan bodi bus lower deck Yang dikerjakan INKA
pemakai dalam hiruk pikuk garapan karoseri asal Malang, Piala di sini menjadi cikal bakal,
Sperkembangan industri otomotif. Mas. Dengan konfigurasi layaknya bus
Namun munculnya fenomena kendaraan perkotaan atau Transjakarta, bus listrik karena Indonesia ke
listrik berpeluang menjadi game changer ini mampu menampung hingga 16
bagi Indonesia untuk berubah menjadi penumpang. depan pasti membutuhkan
pemain penting dalan kancah pembuatan Pihak INKA menyebutkan kalau bus transportasi berbasis EV
dan perakitan kendaraan bermotor. listrik perkotaan ini mampu melaju sejauh
Maret lalu, pabrikan global asal Korea 200 kilometer dalam kondisi baterai (Electrical Vehicle) baik
Selatan resmi merilis mobil listrik pertama terisi penuh. Tak hanya itu, bus listrik ini
yang dirakit di Indonesia, yaitu Hyundai juga mampu digeber hingga kecepatan kereta maupun bus. Ini
Ioniq 5. Agustus lalu, pabrikan asal China maksimal 90 kilometer per jam dengan awal dari kebangkitan
menyusul dengan meluncurkan Wuling tingkat kebisingan rata-rata sekitar 71 dB.
Air ev, mobil listrik mungil yang dijual Adapun untuk pengisian daya listriknya, manufacturing Indonesia
di Indonesia, sekaligus diekspor ke luar hanya dibutuhkan waktu sekitar 3 sampai untuk membangun
negeri. 4 jam saja. Nantinya, E-Inobus akan
Akan tetapi pertanyaan yang muncul digunakan sebagai alat transportasi di ekosistem EV.
adalah kapan pabrikan asli Nusantara KTT G20. Saat ini bus listrik E-Inobus juga
merilis kendaraan yang tidak hanya sedang diuji coba oleh PT Transjakarta
diproduksi di Indonesia namun juga sebagai bus perkotaan.
dimiliki oleh anak bangsa. Sejatinya Soal potensi meluncurnya secara
pemerintah sudah merintis persiapan agar massif bus listrik oleh pabrikan milik
Indonesia bisa berbicara lebih banyak di Negara ini dijelaskan oleh Wakil Menteri
industri kendaraan listrik. BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo. Tiko,
Kendati belum memasuki area mobil demikian dia disapa, telah meninjau
listrik untuk konsumen pribadi, setidaknya secara langsung pembuatan bus listrik
www.stabilitas.id Edisi 189 / 2022 / Th.XVIII 97

