Page 95 - Stabilitas Edisi 189 Tahun 2022
P. 95
Direktur Utama BRI Sunarso Rp4,4 triliun dan sektor kelapa sawit
menjelaskan penerbitan Green Bond berkelanjutan sebanyak Rp 89,1 triliun.
ini semakin mengukuhkan posisi BRI Lalu ke sektor air berkelanjutan dan
sebagai market leader penerapan ESG pengelolaan limbah air sebanyak Rp
di Indonesia. ESG ini memiliki peranan 1,2 triliun. Juga ada penyaluran kredit
penting untuk mendukung sustainability sebanyak Rp 2,1 triliun ke sektor clean
ataupun keberlanjutan kehidupan transportation. Bank bersandi saham
manusia serta mendorong tingkat BMRI ini juga menyalurkan kredit ke sub
kemakmuran ataupun prosperity. sektor lainnya seperti bangunan hijau,
Di samping itu, BRI melihat akses dan pencegahan polusi dan lain-lain
bahwa pelaku usaha segmen UMKM senilai Rp 5,6 triliun.
yang merupakan pendorong utama “Ke depannya, Bank Mandiri melihat
pertumbuhan ekonomi Indonesia ini untuk tumbuh lebih pesat pada energi
memegang peranan penting dalam terbarukan karena potensinya sangat
penerapan prinsip-prinsip ESG, tinggi. Tampaknya, pertumbuhannya bisa
terutama di masa sekarang dan masa lebih tinggi dari pertumbuhan kredit bank
depan. “Menjadi hal yang krusial untuk secara umum,” papar Siddik.
memberikan edukasi dan meningkatkan
awareness kepada para pelaku UMKM Rancangan ESG
untuk memastikan keberlanjutan usaha Secara terpisah Wakil Menteri BUMN
mereka melalui penerapan prinsip- Sunarso, I Pahala Nugraha Mansury mengatakan
prinsip ESG,” pungkas Sunarso. Direktur Utama BRI pentingnya untuk membuat rencana
Hingga Maret 2022, BRI telah terkait pengurangan emisi dalam
memberikan pembiayaan kepada rangka mengimplementasikan ESG.
kegiatan usaha yang berkelanjutan Mengingat Indonesia dan juga dunia
mencapai Rp639,9 triliun atau setara harus mematuhi regulasi-regulasi terkait
dengan 65,6 persen dari total pinjaman. dengan pengurangan emisi. Ini adalah
Jumlah tersebut meningkat 13,4 persen Menjadi hal yang salah satu tantangan utama yang harus
jika dibandingkan dengan periode yang krusial untuk memberikan diimplementasikan di seluruh sektor yang
sama tahun 2021 yang sebesar Rp564,0 ada.
Triliun atau dengan proporsi 62,9 persen edukasi dan meningkatkan “Untuk itu kalau kita ingin
dari total pinjaman. melaksanakan kepatuhan terhadap
Dari total penyaluran kredit BRI awareness kepada para pencapaian komitmen nasional terkait
yang mengacu pada penerapan prinsip pelaku UMKM untuk upaya pengurangan emisi, maka kita perlu
ESG pada kuartal I-2022 tersebut, porsi mulai memahami dan mengukur seberapa
terbesar diserap oleh sektor UMKM memastikan keberlanjutan banyak emisi yang sebetulnya dihasilkan
yang mencapai Rp 568,4 triliun. Disusul usaha mereka melalui di seluruh entitas yang ada,” ujar Pahala
oleh sektor pengelolaan lingkungan menambahkan, setelah itu, betul-betul
berkelanjutan terkait sumber daya alam penerapan prinsip-prinsip perlu membuat rencana untuk bagaimana
hayati dan tata guna lahan sebesar Rp mengurangi emisi tersebut.
45,2 triliun serta transportasi rendah ESG. Pahala mengatakan bahwa pada saat
emisi sebesar Rp 14,6 triliun. ini ketika akan membahas mengenai
Sementara Direktur Manajemen bagaimana mengimplementasikan
Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik ESG di dalam entitas bisnis dan juga
Badruddin menyatakan penyaluran pemerintah maka perlu untuk memulai
kredit ke sektor ESG mencapai Rp210 dengan memahami, mengukur, dan
triliun hingga Maret 2022. “Sebagian mampu mengerti berapa banyak inisiatif
besar sebanyak Rp107 triliun datang pengurangan emisi. “Kita harus mulai
dari penyaluran kredit ke sektor UMKM,” dengan mengukur dan memahami apa
paparnya belum lama ini. langkah-langkah utama yang harus kita
Selain itu, Bank Mandiri menyalurkan lakukan sehingga kita bisa mengurangi
ke sektor energi terbarukan sebesar emisi ke depannya,” katanya.*
www.stabilitas.id Edisi 189 / 2022 / Th.XVIII 95

