Page 90 - Stabilitas Edisi 189 Tahun 2022
P. 90
membuat proses penyehatan keuangan
perusahaan bukan menjadi perkara
mudah. Tapi, Kukuh melihat hal
itu bukan menjadi halangan untuk
menyehatkan kondisi keuangan
WanaArtha Life, agar kewajiban
pembayaran ke nasabah atau pemegang
polis bisa dilaksanakan sebagaimana
mestinya.
kaMi BerharaP Saat ini, perseroan juga masih
ojk Berkenan membicarakan dengan calon investor
MeMBerikan waktu terkait skema restrukturisasi
pembayaran kewajiban kepada pemegang
kePada PeruSahaan polis. Menurut Kukuh, perseroan dan
untuk Melakukan calon investor telah menyepakati nilai
kewajiban yang harus direstrukturisasi
BerBagai uPaya dan tengah mengkaji mekanisme
karena Saat ini penyelesaiannya.
Kukuh melanjutkan, saat ini
PeMegang SahaM Wanaartha sedang memperjuangkan
dan ManajeMen pengembalian aset yang disita lewat
proses di pengadilan. Keputusan pada
yanes y Matulatuwa, MaSih Melakukan pengadilan tingkat pertama dimenangkan
Presiden Direktur Wanaartha Life ProSeS negoSiaSi Wanaartha, tapi kemudian berlanjut
ke persidangan banding di Mahkamah
SeCara intenSif Agung.
dengan Calon Mahkamah Agung dan kami serahkan
“Saat ini sedang dalam proses di
inveStor StrategiS. dan kami mengikuti seluruh proses
sesuai dengan prosedur hukum di
Indonesia, dan kami juga akan tetap
menghormati apapun keputusan dari
Mahkamah Agung,” jelas Kukuh.
Tetap Jalan
Sementara itu, sekalipun kondisi
Kukuh mengatakan, nilai aset yang pidana korupsi (tipikor) dari PT Asuransi keuangan perusahaan belum sehat,
disita oleh negara, yakni sebesar Rp2,7 Jiwasraya (Persero). Pemblokiran itu Direktur Operasional Wanaartha Life
triliun, cukup besar dan sementara menuai protes dari sejumlah pihak Adi Yulistanto memastikan pembayaran
tidak bisa diperhitungkan sebagai nilai karena mengganggu proses klaim dari klaim tetap dilakukan walau tak sebesar
tambah perseroan. Hal ini menjadi nasabah. Akibatnya, Wanaartha mesti di masa normal. “Pembayaran kewajiban
persoalan serius bagi perseroan untuk menunda pembayaran klaim atau dalam kondisi darurat sudah kami
memperhitungkan tingkat kesehatan manfaat nilai tunai dari para nasabah. lakukan berdasarkan skala prioritas sejak
keuangan, seperti rasio kecukupan modal Pihak Wanaartha sempat awal bulan April 2022,” kata Adi.
(risk based capital/RBC). Serta berguna mengirimkan surat permohonan hingga Program pembayaran darurat
untuk menghitung dana yang benar- tiga kali kepada Kejagung agar rekening yang dimaksud, diprioritaskan kepada
benar diperlukan untuk menyelesaikan efek dikembalikan. Surat tak terbalas, pemegang polis dengan mengutamakan
kewajiban kepada nasabah. rekening efek beserta unit penyertaan sisi kemanusiaan seperti kematian,
Seperti diketahui, rekening efek reksa dana malah disita oleh Kejagung, kecelakaan atau sakit. Jumlah pemegang
WanaArtha sendiri diblokir oleh dana nasabah pun ikut serta tersandera. polis yang sudah mengajukan klaim
Kejagung pada 21 Januari 2020, karena Penetrasi pasar Wanaartha yang dengan skema ini sebanyak 9 orang
disebut terkait dengan kasus tindak sudah cukup dalam di asuransi juga dengan nilai sebesar Rp175 juta. Adapun
90 Edisi 189 / 2022 / Th.XVIII www.stabilitas.id

