Page 91 - Stabilitas Edisi 189 Tahun 2022
P. 91

pembayaran polis dengan skema
          ini memiliki batas Rp25 juta untuk
          pemegang polis yang memenuhi syarat.
          “Itu yang menjadi prioritas di mana
          direksi telah membuat suatu keputusan,
          membuat suatu kriteria-kriteria yang bisa
          diterima, terutama karena kemalangan
          tadi,” ucap Adi.
            Adapun untuk perkembangan
          terbaru, Kukuh, Konsultan Wanaartha,
          mengatakan, Wanaartha Life telah
          membayarkan polis untuk pemegang
          polis yang diprioritaskan terkait
          kemanusiaan sebesar Rp460 juta
          untuk 22 orang. Jumlah tersebut akan
          bertambah dengan jumlah Rp200 juta
          yang rencananya akan dibayarkan dalam
          waktu dekat.
            Presiden Direktur Wanaartha
          Life Yanes Y Matulatuwa pihaknya
          secara intensif masih terus melakukan
          komunikasi dengan OJK mengenai
          pemulihan kesehatan keuangan
          perusahaan. Oleh karena itu, pihaknya
          pun berharap mendapatkan waktu lebih
          dari regulator. “Kami berharap OJK
          berkenan memberikan waktu kepada
          perusahaan untuk melakukan berbagai
          upaya karena saat ini pemegang saham
          dan manajemen masih melakukan proses
          negosiasi secara intensif dengan calon
          investor strategis,” jelas Yanes.
            Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan
          (OJK) menetapkan sanksi pembatasan
          kegiatan usaha (PKU) sejak 27                                           Wanaartha Life telah
          Oktober 2021. Sanksi diberikan karena                                   membayarkan polis untuk
          perusahaan tak kunjung menyajikan                                       pemegang polis yang
          permintaan OJK untuk menyusun                                           diprioritaskan terkait
          rencana penyehatan keuangan (RPK),                                      kemanusiaan sebesar
          khususnya terkait restrukturisasi polis   menjadi masalah baru bagi nasabah   Rp460 juta untuk 22 orang
          seperti yang dilakukan perusahaan   baru,” teran dia.                   beberapa bulan lalu.
          asuransi bermasalah lainnya.         Riswinandi menegaskan bahwa PKU
            Sewaktu masih menjabat Riswinandi,   yang disematkan kepada Wanaartha Life
          Anggota Dewan Komisioner OJK,     merupakan independensi pengawasan
          Pengawas Asuransi mengatakan, sanksi   dari OJK. Langkah selanjutnya,
          itu juga menjadi bagian dari langkah   sambung dia, pihaknya terus memantau
          regulator melindungi kepentingan   perkembangan penanganan masalah
          konsumen. OJK khawatir akan timbul   dari manajemen dan pemegang saham
          permasalahan baru di masa mendatang   Wanaartha Life. Hal yang pasti, OJK
          jika Wanaartha Life masih menjual   meminta untuk pemegang saham
          asuransi. “Karena kalau mereka bisa   bertanggung jawab dengan menambah
          berjualan, dikhawatirkan nantinya akan   modal perusahaan.*


                                                                             www.stabilitas.id   Edisi 189 / 2022 / Th.XVIII  91
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96