Page 12 - Stabilitas Edisi 207 Tahun 2024
P. 12
EDITORIAL
Berjaga-jaga
alam ilmu ekonomi saat ini, uang kondisi makroekonomi global, banyak pihak yang
menjadi salah satu elemen paling mengacungkan jempol atas keluarnya regulasi
penting dalam transaksi modern. tersebut.
DSetidaknya ada tiga motif seseorang Bagaimana tidak, bandul perubahan situasi
itu ingin memegang uang, seperti disebutkan dalam yang berayun semakin sering dan semakin tidak
teori. Salah satunya adalah untuk berjaga-jaga. terduga, tentu akan memberi dampak yang
Ya motif berjaga-jaga seringkali menjadi besar jika tidak diantisipasi sejak awal. Risiko
pilihan utama bagi sebagian orang dalam terbesarnya adalah krisis yang bisa membawa
memutuskan sesuatu dalam masalah ekonomi. situasi genting dan membuat bank menjadi kolaps.
Dalam perkembangannya motif berjaga-jaga OJK sudah pernah mengalaminya pada
kemudian bertransformasi menjadi sebuah strategi saat menghadapi situasi wabah Covid-19 yang
mitigasi risiko. Seperti yang dilakukan Otoritas merebahkan hampir semua kegiatan ekonomi.
Jasa Keuangan (OJK) saat ini. Ketika itu, meski sudah mengantisipasi dampaknya
Regulator industri keuangan itu telah dengan menerbitkan aturan restrukturisasi dan
menerbitkan aturan mengenai Penetapan Status relaksasi, tetap saja ada bank yang terhuyung-
Pengawasan dan Penanganan Permasalahan huyung “nyaris jatuh”.
Bank Umum dalam POJK 5/2024. Di tengah Harus diakui, tidak banyak orang yang tahu
situasi ketidakpastian yang makin memuncak apa yang telah dilakukan OJK untuk tetap menjaga
dan kekhawatiran yang makin membesar akan industri keuangan stabil tanpa ada bank yang
12 Edisi 207 / 2024 / Th.XIX www.stabilitas.id