Page 13 - Stabilitas Edisi 207 Tahun 2024
P. 13
gagal atau tutup. Padahal sejak awal antara lembaga dalam penetapan bank merupakan bank umum yang hanya
pandemi merebak sudah ada beberapa sistemik. Dalam aturan baru tersebut dapat didirikan dan dimiliki oleh LPS
yang terbatuk-batuk terkena risiko terdapat kewenangan OJK untuk untuk digunakan sebagai sarana resolusi
likuiditas. Namun pada akhirnya OJK menetapkan status bank sistemik pada dengan menerima pengalihan sebagian
berhasil menyelamatkan beberapa bank sebuah bank yang mengalami kondisi atau seluruh aset dan/atau kewajiban
dari kejatuhan akibat dampak Covid-19. gagal operasional maupun finansial. OJK bank yang ditangani LPS. Kemudian,
Dengan kebijakan extraordinary, OJK memiliki wewenang untuk menetapkan setelahnya bank perantara akan
akhirnya bisa membawa industri selamat bank itu masuk kategori sistemik menjalankan kegiatan usaha perbankan
dari krisis. atau tidak. Dalam Pasal 2 ayat 1 yang dan akan dialihkan kepemilikannya
Apa yang terjadi di permukaan dinyatakan bahwa OJK menetapkan bank kepada pihak lain.
dan diketahui publik tidak sungguh- sistemik setelah berkoordinasi dengan Terkait perluasan kewajiban
sungguh menggambarkan ‘pertempuran’ Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin penyusunan recovery plan ini, tidak
sebenarnya di bawah permukaan. Saat Simpanan (LPS). Kemudian di ayat 2 menutup kemungkinan akan munculnya
itu Komite Stabilitas Sektor Keuangan disebutkan bahwa OJK berkoordinasi bank kategori sistemik yang baru.
berjibaku meski ada ketiadaan peraturan dengan Bank Indonesia dan Lembaga Mungkin tidak muncul dari sisi ukuran
atau modal bank, namun bisa saja
Terdapat beberapa ketentuan yang ada di dalam dari kompleksitas kegiatan usaha dan
regulasi tersebut. Dalam aturan itu, terdapat ketentuan keterkaitan dengan sistem keuangan.
pengkinian mekanisme dan koordinasi antara lembaga Maraknya kehadiran bank-bank yang
dalam penetapan bank sistemik. Dalam aturan baru beroperasi dengan mengandalkan
tersebut terdapat kewenangan OJK untuk menetapkan teknologi di hampir semua sisi maka
peluang itu bisa terbuka.
status bank sistemik pada sebuah bank yang mengalami Bank-bank digital memang tengah
kondisi gagal operasional maupun finansial. merebut panggung perhatian terutama
bagi pengguna di kalangan generasi
yang bersifat praktis, terutama terkait Penjamin Simpanan dalam melakukan milenial dan generasi z. Kemudahan
menyimpulkan sebuah bank itu harus pemutakhiran daftar bank sistemik. dalam transaksi yang ditawarkannya
ditolong agar tidak kolaps. Padahal Sedangkan penetapan bank sistemik membuat minat kepada bank digital
situasi yang dihadapi benar-benar diatur melalui Pasal 4 ayat (2) yang makin meningkat.
genting. berbunyi: OJK menetapkan bank Meski demikian, di balik kemudahan
Nah, dengan adanya aturan POJK sistemik dengan menggunakan indikator: itu juga terdapat risiko yang makin lama
5/2024, tampaknya, situasi-situasi ukuran bank (size); kompleksitas makin membesar. Kebergantungan pada
menegangkan itu diharapkan tidak kegiatan usaha (complexity); dan teknologi digital telah membawa bank
terjadi lagi. Adapun, penerbitan aturan keterkaitan dengan sistem keuangan digital pada risiko siber. Belakangan
itu merupakan penyelarasan dan (interconnectedness). ini risiko tersebut makin mengancam
pengkinian ketentuan dengan Undang- Ketentuan lainnya adalah terkait dengan korban-korban yang makin
Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang rencana aksi pemulihan (recovery plan). beragam.
Pengembangan dan Penguatan Sektor Sebagaimana dalam UU PPSK, recovery Di sinilah urgensi dari langkah
Keuangan (UU PPSK). plan diperluas tidak hanya bagi bank otoritas dalam memitigasi risiko
Terdapat beberapa ketentuan sistemik namun juga bagi bank selain gangguan sistemik dengan menerbitkan
yang ada di dalam regulasi tersebut. bank sistemik. Ada pula ketentuan POJK 5/2024. Dengan aturan itu otoritas
Dalam aturan itu, terdapat ketentuan pendirian bank perantara dalam rangka ingin berjaga-jaga dari kondisi yang tidak
pengkinian mekanisme dan koordinasi resolusi bank oleh LPS. Bank perantara diharapkan. Sekecil apapun itu.*
www.stabilitas.id Edisi 207 / 2024 / Th.XIX 13