Page 15 - Stabilitas Edisi 207 Tahun 2024
P. 15
etiap regulator, secara alami, mau terburu-buru menurunkan tingkat
tidak akan pernah bersedia bunganya sejalan dengan tingkat inflasi
untuk mengambil risiko, sekecil yang masih belum mencapai target meski
Sapapun itu. Apalagi regulator di mulai melandai.
industri keuangan. Oleh karena itu ketika Sementara itu, yang juga perlu
melihat situasi global yang berkembang diperhatikan adalah faktor risiko seperti
ke arah yang mengkhawatirkan, dan itu perkembangan konflik geopolitik di
sudah terjadi sejak awal tahun, otoritas Timur tengah dan Ukraina. Hal itu
memutuskan mengeluarkan aturan berefek pada gangguan jalur perdagangan
antisipatif. di Laut Merah yang berpotensi memicu
Meski saat ini kondisi perbankan peningkatan harga komoditas dan inflasi
dinilai masih relatif baik-baik saja, ke depan.
namun perkembangan ekonomi politik Aturan tersebut, tidak bisa dipungkiri,
global, terutama Kawasan Timur Tengah, tentu telah mempertimbangkan dampak
membuat banyak pihak khawatir. dari kondisi makroekonomi global dalam
Situasi yang berayun sangat cepat tentu jangka menengah. Oleh karena itu,
menuntut respons yang memadai dari aturan tersebut memuat hal-hal yang
pemangku kepentingan sektor keuangan. menjadi concern dari otoritas terkait
Beranjak dari perhatian yang risiko perbankan. Di antaranya adalah
besar pada ancaman itu, Otoritas Jasa penetapan bank sistemik dan capital
Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan surcharge, rencana aksi pemulihan
OJK Nomor 5 Tahun 2024 tentang (recovery plan), penetapan status dan
Penetapan Status Pengawasan dan tindak lanjut pengawasan, dan bank Dian Ediana Rae
Penanganan Permasalahan Bank Umum. perantara.
“Ketentuan ini penting dalam Di dalam aturan yang baru tersebut, Ketentuan ini
mengantisipasi situasi geopolitik global otoritas memperluas kriterianya
yang bergejolak yang dapat mengganggu terkait penetapan bank sistemik. Pada penting dalam
perekonomian nasional dan kegiatan indikator keterkaitan dengan sistem mengantisipasi
usaha bank. Dengan diterbitkannya keuangan (interconnectedness), otoritas
POJK ini, diharapkan akan semakin menambahkan subindikator keterkaitan situasi geopolitik
mendorong perbankan dalam transaksi antarbank dalam pasar uang global yang
mendukung perekonomian nasional dan (network analysis of the interbank
menjaga kepercayaan masyarakat,” kata system). bergejolak yang
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Kemudian dalam hal rencana aksi dapat mengganggu
OJK Dian Ediana Rae, beberapa waktu pemulihan (recovery plan), otoritas juga
lalu. memperluas cakupannya. Kalau dalam perekonomian
Sepanjang triwulan pertama 2024, aturan yang berlaku sebelumnya, hanya nasional dan
kondisi perekonomian global masih bank yang tergolong sistemik yang
terdivergensi dengan ketidakpastian diwajibkan membuatnya, kini dengan kegiatan usaha bank.
pasar keuangan global yang masih tinggi. terbitnya regulasi baru itu semua bank Diharapkan akan
Sejalan dengan kondisi di beberapa harus menyiapkan dan menyetorkannya semakin mendorong
negara, IMF dalam World Economic kepada OJK.
Outlook (WEO) April 2024 memproyeksi Sementara itu dalam aturan baru ini perbankan dalam
pertumbuhan ekonomi dunia pada 2024 juga terdapat ketentuan pendirian bank mendukung
tumbuh sebesar 3,2 persen (yoy). perantara dalam rangka resolusi bank
Pergerakan dan kondisi pasar oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). perekonomian
keuangan global sepanjang waktu itu Bank perantara merupakan bank umum nasional.
masih dipengaruhi oleh stance kebijakan yang hanya dapat didirikan dan dimiliki
moneter bank sentral dunia yang oleh LPS untuk digunakan sebagai sarana
mempertahankan suku bunga acuannya resolusi dengan menerima pengalihan
lebih lama (high for longer). The Federal sebagian atau seluruh aset dan/atau
Reserve, misalnya, yang masih belum kewajiban bank yang ditangani LPS.
www.stabilitas.id Edisi 207 / 2024 / Th.XIX 15