Page 154 - Land Reform Lokal Ala Ngandagan: Inivasi system Tenurial Adat di Sebuah Desa Jawa, 1947-1964
P. 154
Dinamika Politik Nasional di Era 1960-an dan Dampaknya di Desa Ngandagan
Ngandagan tetaplah terbatas di lingkungan dusun Karang
Turi saja. Bahkan di Kecamatan Pituruh, agama Katolik
identik dengan desa Ngandagan. Hal ini seperti dapat
dicermati pada Tabel 4.2 di bawah ini.
Tabel 4.2
Komposisi Penduduk Menurut Agama, 1976
Desa Ngandagan Kecamatan Pituruh
Agama
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Islam 642 70,86 51,037 99,29
Katolik 264 29,14 291 0,57
Protestan - - 75 0,15
Hindu - - - -
Budha - - - -
Total 906 100 51.403 100
Sumber : Laporan Depdagri (1976/1977)
Tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan 291
orang pemeluk agama Katolik di Kecamatan Pituruh, 264
orang (90,72%) di antaranya adalah warga desa Ngandagan
yang hampir semuanya tinggal di dusun Karang Turi.
“Keterkucilan” agama Katolik pada lingkungan pengaruh
kuat Soemotirto ini seolah hendak menyatakan bahwa
meskipun secara politik kalah, namun visi sejarah yang
pernah diperjuangkannya itu secara teologis adalah kekal
adanya, dan dalam arti ini maka perlawanannya tidak akan
pernah mati!
125

