Page 159 - Land Reform Lokal Ala Ngandagan: Inivasi system Tenurial Adat di Sebuah Desa Jawa, 1947-1964
P. 159

Land Reform Lokal A La Ngandagan

                                          61
            permukiman yang direncanakan.  Selain itu, dua jalan
            utama yang menghubungkan dusun Krajan dengan dusun
            Karang Turi hasil kebijakan Soemotrito juga masih bertahan
            hingga saat ini.
                Demikian pula, beberapa aspek penting dari kebijakan
            land reform lokal yang diprakarsai Soemotirto tidak berlanjut
            lagi. Yang paling mencolok adalah dihapuskannya grojogan,
            yakni mekanisme tukar menukar tenaga dalam tahapan
            pengolahan tanah, penanaman padi dan pemanenannya.
            Mekanisme ini diperkenalkan oleh Soemotirto sebagai
            alternatif terhadap hubungan-hubungan perburuhan dan
            penyakapan yang dipandangnya bersifat eksploitatif. Ibarat
            gubuk yang diterjang topan, praktik grojogan ini langsung
            sirna setelah Soemotirto meninggal dunia dan pemerintahan
            desa berganti. Dan bersamaan dengan itu, bentuk-bentuk
            perburuhan dan penyakapan dalam produksi komoditi
            pertanian pun muncul kembali dan membentuk pola
            hubungan agraris yang dominan di desa Ngandagan.
                Sistem sawah buruhan, di mana desa mengelola dan
            mengatur pendistribusian pecahan tanah kulian, masih
            relatif bertahan sampai saat ini. Namun, semenjak itu
            penentuan prioritas penerimanya sudah mulai bergeser.
            Selain fungsinya sebagai sarana redistribusi sumber-sumber
            agraria di desa, sawah buruhan juga mulai dijadikan
            sebagai sarana menggalang dukungan politik bagi elit desa
            seiring dengan konsolidasi rezim Orde Baru yang sedang



            61. Uraian pada paragraf ini sesuai dengan penjelasan yang diberikan
               seorang informan yang bernama Soekarto, wawancara pada tanggal
               4 Juni 2010.

            130
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164