Page 103 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 103

88    Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria


            usaha yang melakukan aktivitas di satuan wilayah tertentu. Oleh karena itu
            pemegang hak harus benar-benar memahami dan melaksanakan batasan
            dan tanggung jawab atas hak yang diamatkan kepadanya. Demi menjamin
            ketaatan terhadap rencana tata ruang  maka perlu dibuat sebuah sistem
            yang mampu memantau  dan memonitor  apakah  para  stakeholder bisa
            mematuhi dan melaksanakan batasan dan tanggung jawab yang diberikan
            berdasarkan tata ruang yang ada.

                Berdasarkan  penelitian-penelitian sebelumnya sebagaimana  yang
            ditunjukkan pada penelitian (Subardjo, 2004) ternyata tingkat kepatuhan
            masyarakat kendal  dalam melaksanakan  tata  ruang masih  rendah hal
            tersebut dibuktikan dengan tingkat penggunaaan lahan yang tidak sesuai
            peruntukannya.



























                   Gb.4. Peta.Kesesuaian Lahan pesisir dengan Peruntukannaya
                                     (Anwar et al., 2012)

                Dengan  fakta  seperti diatas  Kementerian  Agraria danTata  Ruang/
            BPN diharapkan mampu untuk menyajikan data yang dapat dipakai dalam
            pertimbangan penataan ruang sesuai dengan mekanisme 3R dalam proses
            pendaftaran tanah.

                Dalam  proses  pendaftaran  tanah di  Indonesia data yang dihasilkan
            disimpan dalam  peta-peta dan daftar-daftar.  Informasi  yang  terkait
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108