Page 104 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 104

Hasil Penelitian Strategis STPN 2015  89


              dengan  keruangan  atau  spasial  digambarkan  secara  grafis  dalam  wujud
              peta sedangkan data-data yuridis atau atribut yang berhubungan dengan
              pemegang  hak dan  bidang  tanahnya dicatat dalam daftar-daftar.  Setiap
              bidang  tanah yang  telah diterbitkan sertipikatnya atau  mempunyai  hak
              maka data-datanya sudah terekam dalam sistem pendaftaran tanah. Tentu
              saja dengan majunya sistem Informasi dan teknologi sebagian data-data
              tersebut sudah direkam dalam bentuk data digital dan tersimpan dalam
              database pertanahan.  Dengan  majunya  sistem  IT proses recording,
              analisis dan penyajian informasi keruangan dapat dilakukan dengan lebih

              mudah. Kementerian  Agraria  dan  Tata Ruang/BPN  mempunyai  sistem
              Komputerisasi Kantor Pertanahan yang menyimpan data dalam database
              pertanahan  sehingga hal  tersebut menjadi  nilai  tambah  yang  sangat
              bermanfaat bagi  proses  penataan  ruang. Diagram berikut menyajikan
              bagaimana data-data pertanahan di Kementerian Agraria dan tata ruang/
              BPN bisa dimanfaatkan dalam proses Penataan Ruang.





























                        Gb.5. Peran Data Pertanahan dalam proses Tata Ruang


                  Dari Diagram  tersebut  Kementerian  Agraria  dan  Tata  Ruang/  BPN
              diharapkan dapat menjadi suporting sistem bagi sistem penataan ruang
              dengan tugas tugasnya antara lain:
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109