Page 109 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 109

94    Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria


            inventarisasi wilayah pesisir yang dilakukan oleh Kementerian Agraria dan
            Tata Ruang. Peta Penggunaan Lahan yang dihasilkan dapat dicontohkan
            pada gmbar dibawah ini:




























                      Gb.8. Peta Penggunaan Tanah di Kecamatan Rowosari
              (Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah, 2014)

                Data Penggunaan tanah baik yang disajikan secara spasial dengan peta
            dan diagram sangat membantu dalam mengetahui kondisi existing/ terkini
            penggunaan tanah di wilayah pesisir. Dengan mengetahui sebaran spasial
            penggunaan tanah yang secara periodik diupdate pemerintah dalam hal ini
            sebagai pihak yang memantau pelaksanaan tata ruang dapat memantau
            efektifitas  sistem  tata  ruang  yang  telah  dibangun,  dan  jika  memang
            diperlukan untuk pertimbangan tertentu demi kesejahteraan masyarakat

            dapat  dilakukan  revisi terhadap tata  ruang  yang tidak  sesuai.  Evaluasi
            terhadap tata ruang sangat penting dikarenakan sebuah sistem tata ruang
            sangatlah dinamis dan efektifitasnya dapat diuji dengan melihat pola-pola
            pemanfaatan ruang yang terjadi sudah sesuai atau belum dengan rencana
            tata ruang yang telah disepakati. Jika memang rencana tata ruang tidak
            berjalan sebagaimana tujuan yang diharapkan pemerintah  bisa sesegera
            mungkin  mengambil kebijakan  yang  diperlukan  untuk mengembalikan
            proses tata ruang seperti tujuan yang diharapkan.
   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114